Ternyata..menulis itu penting!

December 31, 2010 § 4 Comments

bukan hanya membaca saja yg
penting, tapi ternyata menulis juga penting. kenapa? karena dengan
menulis kita otomatis mikir, bagaimana caranya untuk menjelaskan
sesuatu kepada orang lain. nggak perlu menjadi penulis untuk
menulis. hanya diperlukan waktu dan kemauan. bahan menulis? ya itu
juga lah. gimana mau menulis kalau nggak tau apa yg ditulis? tapi
bukan berarti kita harus menjadi seseorang yg berpuitis atau ngerti
politik, dari kehidupan ringan sehari2 saja bisa jadi tulisan yg
unik dan menarik. terus terang…dari kecil saya suka menulis. tapi
hanya sebatas diatas diary butut yg bertahun2 berhasil saya simpan,
yg kemudian tdk disengaja terjatuh kedalam got depan rumah ortu.
itu saja sempat menangis berminggu2 menyesali kebodohan sendiri.
tapi beberapa saat setelahnya, saya dibelikan diary baru. dan
menulis lagi… seiring dengan hadirnya komputer di kehidupan saya,
saya menulis diatas ms word atau notepad. mungkin kalau komputer 3
warna yg saya punya pertama kali dulu (yg kalau download bunyinya
‘wung wud..wung wud…’ kayak robot jaman rikiplik) masih hidup,
disket2 gepeng dirumah ortu bisa dibaca lagi. tapi..anak2 sekarang
enak, mau menulis tinggal bikin blog bisa cuap cuap semaunya
(resiko tanggung sendiri). mau curhat sm temen2 tinggal twitteran.
mau cari jodoh atau cuma curi2 pandang bisa lewat ym or facebook.
enaknya…! sayang jaman saya pacaran dulu, semuanya belum ada
(buset..jaman apa tuh ya..kayak udh seabad aja umur gw). paling2
ada email, tapi baru sebatas dikalangan orang2 kantoran saja.
pokoknya, jaman itu pakai telpon rumah saja sdh cukup untuk
mengobati rasa rindu. hp juga waktu itu blm punya, kalau mau pergi
jauh sama temen2, pinjam punya si papa (you don’t wanna know what
type of HP, pokoknya yg bisa merangkap sebagai ulekan dan senjata
utk ngelempar maling deh!)..mungkin anak2 sekarang kalau denger
cerita ini, bisa terheran2…si mpok ini serasa hidup dijaman
majapahit sih..? lama sudah saya meninggalkan blogging. kemasukkan
setan facebook. kemasukkan arwah kakek moyang saya juga yg sok
ngartis. pelan2 saya menyalurkan hobi ngartis saya yg lama
terpendam. dari hobi, menjadi bisnis, trus berubah menjadi maruk.
ups..bukan maruk lah, terlalu ekstrim dan keji. menjadi tergila2
tepatnya. sampai lupa mandi, makan dan anak…:( makanya, thanks to
my luvly iPhone, yg saya set setiap bbrp waktu untuk ‘teriak2’
sebagai asisten pribadi saya. di jam2 penting seperti sholat,
jemput anak, masak, makan (sayangnya mandi blm di set, jd jgn
salahkan kalo kalian dateng kerumah saya masih bau pesing..:D).
itulah enaknya kerja dari rumah. tapi ada juga nggak enaknya, nggak
gaul! menulis…. kadang membuat seseorang mau nggak mau ngutip
kamus mr google, hanya utk meyakinkan bahwa yg ditulis itu
berdasarkan narasumber yg benar dan bukan aliran sesat atau ilmu
hitam..*ngeri amat sih*. otomatis donk, nambah pengetahuan baru.
dari dulu saya kepingin jadi penulis. kayaknya seru banget.
berpetualang utk mencari narasumber dan pengalaman pribadi.
kerjanya tidak hanya didepan meja. banyakkan jalan2nya. tapi itu
dulu ketika masih lajang dan bebas merdeka. sekarang, keinginan itu
sudah tenggelam bersama kemerdekaan itu. aaaaargh, salah ngomong
deh…bukan itu maksudnya, bukannya saya menyesal karena saya sudah
tidak lajang dan sudah berbuntut 3, dan bukan berarti menjadi
penulis itu harus bebas merdeka & lajang whatsoever, tapi
setidaknya bagi diri saya, hal itu cukup menghilangkan gairah
menulis saya. mungkin anugerah dari Tuhan kepada saya sebenarnya
hanya sebatas crafting saja. berkutat dengan mesin jahit dan segala
jurus memaksa wanita untuk menyalurkan kodratnya dlm urusan
menghabiskan gaji suami demi penampilan, padahal sudah jelas2
didalam lemari bajunya sudah ada 1000 tas yg pastinya membuat para
suami protes & geleng2 kepala kyk anak2an jogja (it’s a
pleasant feeling for me when seeing this moment, really! *mendadak
bertanduk & bertaring*). saya sudah amat sangat bersyukur
atas pemberian ini. so…pesan dari saya…. jangan tinggalkan
menulis selagi bisa. dari menulis, juga bisa mengeluarkan uneg2
pikiran yg belum berhasil dikeluarkan. dari menulis, kita bisa
mendapat teman baru. dari menulis, kita makin berwawasan. dari
menulis, kita bisa menjadi lebih sehat (karena tiap 10 menit
menulis : 15 menit facebook, 15 menit twitting ; bayangkan betapa
jari2 kita sehat dan berotot kalau dilakukan setiap hari…). akhir
kata…. walaupun saya jarang menulis (lagi), tapi saya tetap baik
hati dan tidak sombong…(mulai ngaco & mabok pdhl belum th
baru). so…so long! happy new year kawan2 ku tercinta. semoga kita
semua dijauhi dari bencana dan didekatkan kepadaNya. keep
writing…

Where Am I?

You are currently viewing the archives for December, 2010 at My Life Abroad.