a day with Aiz

July 4, 2009 § 5 Comments

cita2nya banyak….
walaupun keliatannya tidak bergairah dan selalu bilang, “I don’t know” kalo ditanya soal cita-cita.
tapi sebagai seorang ibu, saya tau banget kalau dia itu bener2 bulat yg ada diotaknya hanya ingin masuk ke sekolah seni.
sayangnya……dia kurang struggle dalam meraih sesuatu. mudah2an karena masih jauh dibawah umur. bukan karena memang malas kalau harus berjuang.
background dari keluarga sendiri yg kurang mendukung, mungkin lho….karena secara kehidupan sehari2, kami bukan pure seniman yg makan dan hidup dari nyeni.
lain halnya dengan miley cyrus, atau jonas brothers…..yg dari lahir sudah nyemplung kedalam dunia bisnis musik. mereka menganggap hal yg berhubungan dengan entertaining adalah hal kecil…a piece of cake. hal yg mungkin nggak memerlukan latihan nyali khusus…seperti anak2 lain yg harus berangsur2 melatih dirinya sendiri untuk jadi berani beraksi, entah secara otodidak, atau dengan bantuan pihak ke 3.
anak2 saya, udah jelas tidak terlahir dengan keberanian dan pede yg dipunyai mereka. walaupun sedikit punya skill lah…walaupun dikiiiiiiit, yg kalo nggak terus diasah, bisa jadi hilang….tapi ada. dan inilah yg jadi dilema kami berdua. bahwa skill tidak akan berarti apa2 tanpa disertai keberanian dan self confidence.

mbak aiz, kreatifitasnya cukup sering membuat kami terkejut. tapi dia perlu ekstra dorongan dan dukungan yg banyak. kelemahannya, kami ini di rantau, cuma punya keluarga kecil yaitu kami sendiri. tinggal di daerah kampung, yg anak2nya rata2 kurang mendapat pendidikan tambahan selain sekolah, dan daerah yg orang tuanya sibuk bekerja, tinggal di daerah yg jauh dari peradaban kota – sehingga kegiatan ekskul terbatas tidak sebanyak di kota. dilema juga. kalau tinggal di kota, bisa dibayangkan sekolah public schoolnya kurang bisa dipercaya, terutama segi keamanan. bukan berarti sekolah2 di kota tidak berkualitas, tapi kalau di posisi saya yg punya anak udah gadis, agak2 merinding juga kl denger berita2 di koran. aneh2. walahualam sih ya, amit2, tapi saya pribadi lebih suka jadi orang kampung. walaupun buat bergerak nggak bisa sebebas dulu, kemana2 jauh, temen jauh, tapi lebih ayem….

belum lama ini, dia minta dibelikan greenscreen sofware. itu juga dengan hati2 dia bilang. katanya, kalau momi nggak punya duit (hehe…soalnya dr mereka kecil kl mrk minta aneh2 sy selalu bilang ; momi nggak punya uang!!!), dia mau bongkar tabungannya buat beli….bikin air mata ini mau keluar…! masak minta sesuatu yg mendukung kreatifitas anak mau pake duit tabungan anak???
belakangan dia mulai tertarik dengan teknik pembuatan film. entah terbersit dari mana idenya, tapi kelihatan banget dia serius kepengen tau tentang filmmaking. sesuatu yg momi dan dadi nggak bisa bantu…….apalagi pake acara greenscreen2an…halah.

tapi senenglah. dia dah punya interest. paling enggak nggak pusing mikirin anak yg maunya nggak jelas. inget banget jaman saya sekolah dulu, banyak juga teman2 yg masuk universitas, dengan jurusan yg asal diterima atau jurusan yg dimaui ortunya. sementara merekanya sendiri nggak minat masuk situ. what’s wrong with these parents back then? kalo jaman sekarang masih forcing anak untuk jadi ini itu sih, kasihan banget. dah nggak jaman deh……kasihan juga buat mental anak nya. maaf ya jangan ada yg merasa tersinggung. tapi memang ini budaya kita juga ya? yg harus patuh no matter what. hanya karena ortu nggak kesampean jadi dokter, lantas anaknya harus jadi dokter, padahal anaknya mau jadi seniman. lulus sekolah dokter, buka toko obat enggal waras…hehehe. cuma contoh koq….jangan dimasukkin ke ati yaaa??

pernah juga diceritain sama temen yg sempat kerja di production house di jakarta. banyak ibu2 datang dengan membawa anaknya yg sudah didandanin rapi. mau casting ceritanya. giliran disuruh casting, anaknya melempem, nangis. ibunya dengan sekuat tenaga yg ada, terus berkomando…, “kamu kan tadi dirumah pinter….bisa bergaya, berani…kenapa sekarang bisa begini????”. lah, yg pengen jadi model anaknya, apa ibunya? kalo gitu, kenapa nggak ibunya aja yg casting…..hehehe.

saya sendiri, kalo ditanya maunya anaknya jadi apa…..yg penting mereka puas akan keberhasilannya. yg penting mereka enjoy menjalaninya. kalau aidan nanti maunya jadi pilot atau army….ya sudah. mau apa. yg penting dia proud to be himself. makanya, saya walaupun pribadi kepingin tinggal di indonesia, tapi kalau mikir soal masa depan anak2, lebih milih disini. karena semua pekerjaan disini dihargai, walaupun hanya sebagai penjual koran pun….atau sebagai supir truck……..tukang las….semua skilled, dan yg penting dihargai. tentu saja bukan cita2 ortu kalau anaknya harus jadi penjual koran….tapi sebagai contoh aja, kalau penjual koran pun disini bisa dihandalkan jadi pekerjaan tetap.

sehari bersama aiz dan 2 adiknya dirumah, saya dah banyak belajar dari dia. bikin portrait di coreldraw sama bikin bola2 coklat. dia juga sibuk pinjam camera dadinya buat jeprat jepret adel….
hari ini, dia udah gonjreng2 gitarnya….nyanyi lagunya miley cyrus dan pegang handycam. entah mau bikin project apa.
keinginannya banyak. masih labil dan berubah2. saya juga nggak mau pusing. biar dia coba semuanya…..sampai suatu saat dia harus menentukan, yg mana yg harus diseriusin.

momi always love you mbak aiz….dan terus berdo’a….supaya cita2 mu tercapai. jadi apapun, kalau diyakini dan dijalani dengan hati senang, pasti semuanya akan berbuah manis. amin…

Advertisements

§ 5 Responses to a day with Aiz

  • sherly says:

    That;s a nice post to be dedicated to your daughter, Sil! I can feel your heart in it! I totally agree with you and I am actually blessed that my parents did the same to me… let me choose my own paths of life πŸ™‚

    Good luck Aiz! You are a caterpillar soon to be a butterfly! Beautiful inside out! Soar high above the sky and dream BIG!

  • Liza says:

    Huhuhu.. terharu biru saya baca postingan ini sambil ngebayangin Mba Ais yang walaupun kelihatannya pendiam tapi super kreatif, btw, she is Sofia’s favourite πŸ™‚ Katanya kalo besar nanti mau seperti Mba Ais

  • arman says:

    wah… ditunggu nih film produksinya mbak ais… πŸ™‚

  • sisesu says:

    sherly : thanks alot. kebalikkan sm dirikuw…aku begini krn ortu dulu banyak ngepush nya. krn merasa nggak nyaman, jadi nggak mau berbuat hal yg sama…tp keep in mind lah…apapun jalannya, mrk mau spy kita jadi yg terbaik. ya kan???

    liza : *ikutan nangis*
    sofia will be a star too…future hannah montana maybe….

    arman : iya tunggu aja. sampe skr gw belom beranjak dr rumah…apalagi nyari software ybs….hehe….jadi yg sabar ya om?

  • elsiey says:

    Jadi inget diriku. Tadinya pengen sekolah pariwisata, tapi kata ortu ga boleh. Harus ekonomi. Haha.. kayanya ga efek tuh. Di kerjaan sekarang ga kepake. And kagak ada ilmu yang nyangkut juga selama kuliah. Wakakkaa..

    Mbak Aiz, Jia You, Ayo Semangat!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading a day with Aiz at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: