School’s out

June 28, 2009 § 7 Comments

teorinya, sekolah anak2 selesai saya bisa leyeh2 dan berjemur dibawah matahari sambil menikmati puanasnya summer (biar makin hitam manis), tapi kenyataannya? malah sibuk wasaibuk. saya malah susah cari waktu buat nginternet (udah jelas pemakai internet siang bertambah 3). susah cari waktu buat ke mall dan grocery shopping (kalau pergi ketempat2 beginian, paling males bawa anak. pengeluaran bisa 2-3x lipat…sumpah!). susah cari waktu buat bersih2 rumah (you know what I mean). susah cari waktu buat ketenangan (karena anak2 tetangga nggak henti2nya gantian aja dateng kerumah kami yg kecil mungil imut).
disisi lain hati senang, karena tiap saat bisa ngobrol sama anak2. tapi disisi satunya, saya kehilangan moment2 rutinitas saya yang mungkin kalo diseriusin bisa dapat wangsit (bisa duduk di atas paku kyk chris angel – hehe), krn saking tenangnya sendirian dirumah walau beberapa jam sajah….

mulai bulan juli, anak2 mulai dengan kegiatan summer nya. biasanya, saya bebaskan mereka memilih jenis kegiatan apa yg mau diambil. mbak aiz, yg girang banget karena diumur yg ke 11 ini (yg baru dilaluinya seminggu), kegiatan kursus2 lebih banyak dan menurut dia asik-asik. kemarin2 kan masih dimasukkan ke kategori ‘anak kecil’. sekarang bisa masuk ke kategori ‘youth’ ; range usia 11 tahun keatas. kelas2 macam CPR (pertolongan darurat), babysitting, cooking/baking, cartooning, knitting….mau dipilih semua. belum lagi seminggu penuh summer camp plus field tripnya di akhir minggu.

itu baru 1 anak.

yg 2 krucil2…juga nggak mau kalah.
tapi mereka masih nurut kalo emaknya yg milih kelas2nya. saya sih maunya kegiatan olahraga atau yg berhubungan dengan fisik (ketahuan deh niat jelek emaknya, biar mrk malemnya cepet pules kecapekan haha). apalagi si jagoan neon. walaupun posturnya agak2 ‘mini size’ ketimbang temen2 cowoknya, teteup deh, olahraga harus digalakkan. karena ‘mens sana in corpore sano’…..*hayah!*

apa yg terjadi selanjutnya?

GUE BAKAL MAKIN JARANG INTERNETAN!!!!!!!!! – maklum nggak langganan dataplan…msh kekeuh dengan pake cara konvensional….

aaaaah tapi bukankah surga itu dibawah telapak kaki ibu????? jadi hayo semangat, ibu. pengabdian ke anak2 adalah segalanya bukan????

HIDUP IBU !!!!!

Filem Nasional vs Filem Hollywood

June 13, 2009 § 7 Comments

sempat terbersit di kepala saya, dari dulu. tepatnya sebuah pertanyaan yg nggak perlu jawaban. cuma wondering aja dan saya rasa ini kurang fair.

saya suka nonton filem, mengamati filem, menghayati filem, bahkan kalau suka bisa nonton berkali2 sampai bosan. karena saya di negri jauh, saya cuma bisa menyaksikan film nasional kita lewat youtube, menunggu belas kasihan uploader2 youtube yg dengan berbaik hati mau meluangkan waktu mereka untuk upload filem (yg ini juga membuat saya nggak habis pikir….upload film yg durasinya rata2 2 jam kan bisa mabok nangkringinnya? belum lagi kl speed internet nya kayak keong siput larinya….). anyway, saya salut sama mereka!

akibat cukup sering up-to-date sama film2 nasional kita, saya akhir2 ini mulai merasa diri ini udah tuwir. alesannya? 1. karena tokoh2 utama film2 cinta kita itu lahir di era 80-90an. 2. karena tokoh2 film angkatan saya yg dulu sempat booming jadi seleb remaja, sekarang sudah beralih pangkat menjadi pemeran orang tua atau at least tante2/om2, guru/kepsek, pokoknya…mereka sudah bukan pemain utama lagi melainkan figuran. 3. istilah2 idiom jakartanese sekarang, haduh…cape deeeeh….kadang2 suka tulalit di otak. paling susah mencerna kalau udah nonton infotainment atau rubrik gossip……beneran suka nggak nyangkut (hehe..kemarin baru nanya seorang teman lama lewat chatting, apa artinya ‘lebay’ – itu juga karena udah tertahan sekian lama, antara nanya-enggak-nanya-enggak…). 4. filem2 remaja sekarang (yg rata2 pemainnya lahir th 80-90an itu tadi) udah pasti ada adegan kissing2 nya, dan vulgar pula. ckckck. nggak kebayangkan….anak sulung saya yg lahirnya tahun 1998 itu cuma bbrp tahun lbh muda dari mereka2 itu…….?????

menurut saya kurang fair deh. karena….

sementara untuk film hollywood, tokoh2 yg umurnya 30-40an masih bisa jadi pemeran utama. tokoh yg juga main adegan cinta2an. belum pernah kan liat film yg Julia Robert berperan sebagai ibu dari anak remaja? atau berperan sebagai figuran karena tokohnya adalah anak abg (misal zac efron atau miley cyrus)?
bahkan tokoh2 ‘uzur’ spt bruce willis masih terpakai sebagai tokoh utama film action. kalaupun dia jadi bapak2, teteup dia yg jadi pemeran utama nya.

padahal, banyak juga seleb2 kita yg masih oke dari segi penampilan dan akting. atau kalaupun tuntutan film harus berbodi oke, nggak susah kan nyuruh mereka2 work out di gym selama 2-3 bulan? kenapa juga harus memfokuskan remaja melulu…….apa yg dewasa2 kurang berpotensi lagi? coba liat deh…KD, marini zumarnis, henidar amroe, tamara blezynsky…..apa nggak kurang oke penampilan2 mereka?

see?
saya bilang juga apa.
pertanyaan saya nggak membutuhkan jawaban kongkrit. mungkin ini budaya kita juga yang masih menjunjung adat ketimuran (apa iya masih ada?), image kalau sudah berumahtangga dan jadi orangtua, tidak pantas lagi jadi tokoh idola? intinya, mereka itu kan seniman panggung, yg semakin bisa memerankan tokoh yg bervariasi, makin diacungkan jempol atas keahliannya. seperti dokter, semakin tua semakin banyak pengalaman, semakin banyak juga pasien yg mempercayakan…..bukannya begitu?
saya juga kurang mempelajari pasar film di indonesia juga sih ya, jadi nggak tau rating tertinggi film kita tuh yg seperti apa. mungkin juga karena film abg punya daya jual lebih tinggi, ketimbang film2 dewasa. apa mungkin juga wajah2 indo yg belakangan ini bermunculan jadi penyebab utama lakunya film abg.

never mind. just……forget about it.

*ditulis oleh saya yg sedang kena influenza berats….jadi agak2 senewen*

Ngelamun

June 6, 2009 § 7 Comments

DSC_0094

Taken candid by her luvly Mom…

Give love a try by Aiz

June 4, 2009 § 6 Comments

originally sang by Jonas Brothers

newbee

June 3, 2009 § 4 Comments

aidan baru pertama kali ikut team T-ball (baby nya baseball). sebelumnya, dia sama sekali nggak kepikiran bagaimana tata tertib permainannya.

hari pertama (aka minggu yang lalu), pertama kali latihan rame2 di lapangan kompleks rumah. kebetulan, grup hijau (team nya aidan), mendapat giliran memukul pertama. entah lagi apes apa lagi hoki, aidan mendapat giliran nomor 1. dengan gagah beraninya dia maju ke tempat “T”, disana coach stephanie sudah menunggu untuk memberi aba2. sengaja mereka di tes kemampuannya, separah apakah ketidak tahuannya akan permainan baseball. kalo menurut saya (mungkin menurut orang2 juga), aidan mendapat rangking tertinggi (tingkat keparahannya..hehe). bayangin aja, sehabis memukul bola, dia sibuk lari mengejar2 bolanya……., padahal seluruh penonton dan coach nya udah teriak2 nggak karuan, tapi rupanya, teriakkan mereka dianggap supportive, disangkanya mereka memberikan cheering……karena cepat dan tangkas memukul dan mengejar bola!!!!!!! OMG. saat itu juga coach stephanie berpaling ke muka saya, dan memukul2 jidatnya lagaknya spt org yg bingung nggak tau mau ngapain. haduh……muka rasanya kepengen di lecekkin, disimpen didalam kantong jaket dan ngumpet disitu selama mungkin kl bisa. 😀

adel yg dari tadi nggak sabar kepingin liat adiknya beraksi….tau2 melontarkan kalimat : “it’s so embarrasing…..omaigaaaaaaad…….I wanna go home!”.

repotnya jadi anaknya bekas pemain baseball, tapi nggak pernah diajarin baseball sama bekas pemain baseball nya………………………………..
ayo daddy, janganlah malas…..anaknya butuh coaching khusus tuh.

DSC01221
DSC01228
DSC01222

Where Am I?

You are currently viewing the archives for June, 2009 at My Life Abroad.