That’s what friends are for…

February 3, 2009 § 7 Comments

udah seminggu terakhir, kita dihadapkan dengan berita menyedihkan. 2-3 minggu yang lalu saya dapat kabar bahwa anak satu2nya B & A, sepasang teman sekolah jaman SD dan SMP, yg baru berumur 18 bulan dirawat di RS karena ada gangguan perut. ananda dirawat selama bbrp hari dengan keluhan diare dan kembung2. sebelumnya ananda sakit biasa, demam-batuk-pilek….halah, pasti cuma flu biasa lah…pikir ortunya. nggak menyangka gara2 meremehkan (tapi siapa yg tau ya kalo akhirnya jadi fatal), si anak mrk ini sampe end up di RS dan pake acara di infus segala karena terlalu lemas.
setelah sekian hari, keadaan membaik, dan ananda boleh pulang…

beberapa hari dirumah, dia demam lagi. dibawa ke dr lagi di RS ybs (maaf sy hrs merahasiakan), dan kali ini di cek darah dan urin yg hasilnya sama sekali tidak menunjukkan abnormalitas.
entah bagaimana cerita detailnya, tiba2 saya dapat kabar lagi kalau ananda dilarikan ke RS lain dan keadaannya lemah (lagi2 hrs merahasiakan nama) yg katanya disana paling lengkap untuk pemeriksaan jenis ini. disana juga banyak dokter2 senior yg menangani. langsung dipasang kateter, karena diduga ada infeksi pada salurah kencing dan sekitarnya. tapi ternyata yg keluar justru nanah. dokter mendiagnosa segala rupa, dari yg infeksi ginjal, infeksi saluran kencing, infeksi apalah….yg ternyata semuanya salah!

setelah di CT scan, ternyata ditemukan adanya tumor yg mengganas di rongga perut. entah bagaimana kronologis selanjutnya, sampai suatu hari saya dapat kabar lagi, kalau ananda dalam keadaan kritis. beberapa kali koma tapi masih sadar lagi. dalam kurun waktu 2 minggu (dari diagnosa pertama kali), tumornya makin mengganas dan menyebar begitu cepat sampai di diagnosa sebagai kanker stadium 4, yg ternyata sudah menggerogoti tulang belakang, dimana disana adalah pusat dari syaraf2 penting untuk tubuh.

kami seluruh teman2 kecil orang tuanya, sudah berupaya untuk membantu walaupun hanya berupa moril dan sedikit materiil, salut juga sama kekompakkan kita2 yg padahal dulunya anak2 bandel2 yg suka ngelawan bu/pak guru. seorg teman yg dulunya biang kerok (badung ga ketulungan) yg [ternyata] skr jadi dokter, memantau keadaannya di rumah sakit dan senantiasa menjembatani antara dokter ahli dengan kita2 yg awam urusan medical. tapi urusan stand-by di rumahsakit, kami (kecuali saya dan temen2 yg di LN/luar kota jakarta, yg hanya bisa mengirim do’a dan sedikit uang untuk sekedar meringankan beban biaya RS) bergantian. paling tidak memberi support buat kedua orang tuanya dan keluarganya, membantu urusan mobilitas, membantu mengabarkan ke teman2 lainnya….kalau membutuhkan sesuatu. saluuuut banget!!!!!

sekilas cerita dibelakang layar, B & A ini pernah punya anak sebelumnya, tapi meninggal disaat kehamilan bulan ke-5. bayinya sempat hidup dengan pertolongan alat, tetapi ternyata Tuhan berkehendak lain. dia meninggal tidak lama setelahnya.
anak mereka yg sakit ini, anak ke 2 (laki2-yg pertama perempuan). anak semata wayang mereka. wajahnya ganteng, lucu, chubby dan normal seperti anak2 lainnya. Tuhan masih mau menguji mereka rupanya. diusia yg semuda itu, harus menderita yg saya sendiri belum pernah mendengar jenis penyakitnya (known as neuroblastoma).

back to the story…

dengan keadaan yg seringkali kritis, kemoterapi tidak mudah untuk dilaksanakan. untuk di kemo, keadaan pasien harus stabil. jadi selama seminggu terakhir ini dokter juga bekerja keras untuk mencari kesempatan dalam kesempitan. sudah 3x di kemo, yg bagi orang tuanya pilihannya sangat berat ; hidup dengan disability atau goodbye untuk selamanya.
tapi…manusia kan harus berusaha walaupun Tuhan yg punya wewenang untuk menentukan masa hidup seseorang. ananda akhirnya berpulang ke Bapanya di surga (mereka bergama katolik), 3 hari yang lalu. disaat saya sedang makan malam dirumah, saya mendapat msg dari teman sy di hongkong, kalau ananda sudah berpulang. kita2 yg sudah merasa seperti tante-om nya, sangat terpukul sekali…..tragis banget lah……cuma dalam kurun 2 minggu, sakit yg tadinya diduga flu biasa, ternyata kanker stadium 4 yg telah mengganas sampai di kemo pun nggak mati…..ditubuh semungil itu……*huhuuuu*.

disaat seperti ini, kita baru merasa kalau kita butuh teman. teman yg mau dibagi suka maupun duka. walaupun rasanya nggak percaya, teman lama yg nggak pernah kontak dan lama nggak ketahuan rimbanya, hanya karena sebuah FESBUK kita bisa kompak seperti saudara sendiri. sampai2 di fesbuk dibuat satu forum khusus memantau perkembangan kesehatan ananda D ini. rame lah.

sejak peristiwa itu, saya jadi suka parno sendiri……waspada bukan hal yg salah sih, tapi kalo terlalu parno bukan hal yg benar juga…..ah….auk ah. makin parno lagi karena disini merasa krisis teman…..ada juga jauh2…..:( – [lizaaaaa…pindah ke hamilton deeeh!!!]

RIP…..ananda D. semoga kamu tenang disisi Tuhanmu diatas sana…….hebat papa-mamamu….ikhlas dan bisa melepas kamu pergi karena waktu hidup kamu sangat menderita. jaga papa-mamamu dari surga ya……

hiks……..*hapus2 airmata*

PS : biar nggak keterusan sedih, kalau sempet liat2 donk ke sini…..

§ 7 Responses to That’s what friends are for…

  • mommy axel says:

    That’s what I call THE POWER OF FACEBOOK. hihi.. last Desember aku juga dipanggil temen yang ternyata temen SD, berakhir dengan reunian January kemaren di rumah aku.

    Sedih banget ya kalo ditinggal anak. Amit2 deh, Mbak. Sampai saat ini aja, aku belum siap deh dikirim ke luar kota, sekalipun cuma untuk seminggu. Padahal sebenarnya pekerjaannya mengharuskan begitu, cuma aku tunda2 dengan cara ngemis2 melas2 ama boss ku supaya bisa diwakilkan oleh beliau sendiri. hihii.. Abisnya kangen ya ama Axel. Apalagi kalo ditinggal selama2nya.

    Aku punya paman yang anaknya meninggal karena diare beneran. Umurnya waktu itu sekitar 9 tahun. Cuma karena berhubung tinggalnya di kampung, jadi ga tertolong lagi. Padahal jaman sekarang, diare itu kan seharusnya penanggulangannya ga terlalu sulit ya. Turut berdukacita untuk papa mamanya ya.

  • sumpe mom, tadinya sempet larut baca postinganmu kali ini. sampe2 tanpa sadar nge-klik link “sini” (menyangka bahwa link itu masih berhubungan dengan postingannya). bergitu terbuka, saya jadi ngakak😀 nggak nyangka “sini” itu nggak ada hubungannya sama sekali ama kisah sedih di hari rabu ini…🙂

  • sisesu says:

    iya..amit2 jgn sampe kejadian yah. skr kalo ada keluhan apa langsung waspada deh…itu menurut dokter si anak itu lho..menghimbau ke kita2, mendingan dibilang hiperbol ketimbang terlambat.
    makasih ya, ucapannya…nanti tak sampein ke ybs.

  • sisesu says:

    bunda bingkie : eh..maap…iya sih…abis drpd berlarut2 dlm kesedihan…mendingan cheer up dikiiiiit aja (padahal mo promosi)…hehe.
    have a good day!

  • arman says:

    aduh… sedih banget bacanya…
    ikut berduka cita ya…

    emang nih kita juga krisis teman banget disini. makanya belakangan ini kita berusaha untuk lebih bersosialisasi. hehehe.

  • Liza says:

    Ini yang kemarin kita obrolin di rumah Tatam kan ya.. sedih, tapi Tuhan tau yang terbaik buat mereka, semoga segera dikasih kemudahan soon.. Aminnn.
    Btw, jarak sana sama sini hanya one hour away, 30 menit kalo yang supirin babe Fengky.. apalagi kalo pada menang lotre, beli ferari.. bisa 15 menit kali yaaa..

  • yanti says:

    waduh mbaaa.. kasian banget😦
    alhamdulillaah sekarang banyak cara untuk berhubungan sama temen2 ya.. fesbuk emang bikin balik ke masa lalu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading That’s what friends are for… at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: