Go border (1)

July 29, 2008 § 6 Comments

semenjak pindahan, sudah lama saya kepingin jalan2 sekitar niagara (lagi), dimana yang selama ini lumayan jauh dari tempat tinggal kami yg dulu, sekarang cuma 30 menit dari rumah. 30 menit lewat highway apalagi sambil menikmati pemandangan yang lumayan bagus kanan kiri sekalipun tanpa rencana juga hayuk aja. sabtu pagi kami benar2 nggak punya planning. cuaca lumayan bagus, tidak terlalu panas tapi matahari bersinar terang. biasanya, kalau nggak ada planning pergi buntut2nya kita jalan ke mall atau cuma sekedar cari restoran buat lunch. tapi dari dulu saya kepingin banget ke sebuah kota kecil di salah satu bagian dari distrik niagara, yg biar kecil tapi selalu dipuji2 orang akan kecantikannya dan kerap didatangi turis2 dari mancanegara. namanya niagara-on-the-lake, penduduknya cuma sekian belas ribu orang tapi termasuk penghasil anggur nomor 1 di dunia. ice wine yg paling enak katanya berasal dari daerah ini. nggak terbayang oleh saya, dulu yg namanya melihat pohon anggur aja nggak pernah. apalagi masuk2 kebunnya segala. selain anggur, disana juga penghasil cherry, strawberry dan peach. sekarang, giliran cherry yang lagi musim. buahnya pun manis2 dan warnanya benar2 menggiurkan. beberapa petani membiarkan pembelinya masuk ke kebun cherry nya dan bebas memetik sendiri. entah gimana cara mereka ngasih harga. tapi sesuatu yang baru bagi kami. sayangnya, kami yang nggak pernah planning kesana malah nggak sempat kesana kemarin. karena mikirnya “entar-entar”, masih banyak yg mau dikunjungi, termasuk janji sama anak2 mau ke butterfly conservatory, masih di bagian dari niagara park juga.

hanya 30 menit kami sampai di niagara-on-the-lake. masuk ke kota melalui ratusan vineyard di kanan kiri. belum masuk ke kotanya, berbagai kendaraan dengan kode berbagai state dari amerika seliweran. bahkan ada juga yg dari mexico. bayangkan, berapa jam mereka harus berjuang didalam mobil cuma mau liat niagara. kalau bukan berjiwa petualang atau lagi ngebet sama cewek/cowok canada pasti mending naik pesawat aja.
masuk ke jalan utama menuju historical district di kota tsb, sudah mulai terlihat rumah2 yang kami berdua sebut2 dengan “dream house”. banyak yg menyerupai mansion seperti rumah2 selebritis di hollywood. mungkin mereka2 itu tuan tanah yang punya kebun anggur atau bahkan punya winery. walaupun jalanan kecil hanya 2 jalur mobil, tapi pemandangan sangat tidak membosankan. apalagi kotanya sangat diperhatikan kehijauannya dan bunga2 warna warni yang segar dan gemuk2 tampak terawat rapi. maklum kota turis, harga tanah dan rumah disini juga sangat tinggi. mungkin kalau bukan petani anggur, mereka2 yang berduit yang memang kepingin menikmati masa2 pensiun dengan tenang yg berani tinggal di sini.

cuma 3 km dari kebun anggur terakhir sampai ke historical district, dimana toko2, restoran dan hotel2 yang cantik2 berdempet2 dan sangat tertata rapi dengan model2 bangunan yang antik. saya langsung teringat ketika pergi ke downtown santa barbara di california, atau ke french quarter nya new orleans. 2 kota yang selama ini sangat berkesan di memori otak saya. inilah kota ke 3 di north america yg membuat saya terkagum2 karena penataan kotanya yg unik dan berkarakter. cuma 30 menit dari rumah!!!!!


mimpi mau menata pohon pangkas spt ini dirumah


toko2 branded disepanjang historical district. keren bo.


naik andong $40/15 menit. kalau di indonesia bisa sampe muntah2 dari pagi sampe malam. bahkan dikasih nyetir andong sendiri sm pak kusirnya.


maap org kismin sampe celana bolong gak mampu beli….hehe. maksudnya mau nunjukkin suasana belakangnya lho

setelah puas jalan kaki disepanjang historical district (dimana lalu lintas manusia mirip pasar malam, dan jarang sekali saya dengar org2 tsb ber-aksen canadian. kalau nggak aksen america, ya bahasa planet yg entah dari mana), kami bertolak ke arah niagara falls dengan menyusuri jalan kampung. lucunya, tiba2 kami mendapat sms dari provider hp, “welcome to USA”, saking kita sudah berada sangat dekat dengan daratan new york. lain kali mau minta visa deh, biar bisa “nyeberang” buat shopping2. selain harga barang, tax di USA masih murah dibanding Canada.

queenston bridge ; facing their birthland

maaf lagi ada gangguan internet, cerita selanjutnya besok ya : butterfly conservatory, the falls.

BBQ everyday!

July 28, 2008 § 2 Comments

karena summer di canada sangat pendek, kita benar2 memanfaatkan season ini dengan maksimal. beberapa waktu lalu sempat juga cuaca mendadak panas, yang mengharuskan kami menyalakan AC setiap saat dan agar bisa tidur pulas di malam harinya. tapi 2 minggu terakhir ini, panas nya summer masih bisa ditolerir oleh badan, angin yang sepoy-sepoy dan hujan yang sering turun cukup bisa menyejukkan kami walaupun tanpa harus menyalakan AC, asal jendela di setiap ruangan dan pintu ke halaman belakang harus terbuka lebar-lebar. alhasil selain menghemat energi, juga lebih sehat karena hawa AC bisa membuat kelembaban di kulit berkurang (ini menurut petuah nyokap dari jaman baheula, saking seringnya dilampiaskan oleh beliau sampe2 si momi yg pelupa ini ingat terus).

kemarin2, waktu masih tinggal di apartemen, kami sering mengajak anak2 berenang. orang2 bule yg malah mencari panas matahari buat menghitamkan kulit, kita yang sudah originally tanned by GOD tau diri dan masih sayang sama kulit sendiri jadi lebih baik berenang di indoor pool ajah.
sekarang, semenjak kami pindah ke rumah, kami benar2 absen dari berenang. selain belum mengenal baik daerah kota ini, juga males aja menggosongkan diri yg sudah dari sononya gosong. mendingan cari kegiatan lain yang lebih bisa memutihkan kulit…..hehe.

salah satu kegiatan yang paling kami doyan adalah BBQ-an. walaupun kami belum punya patio yang layak untuk ber-BBQ-ria, kami sudah cukup hepi dengan patio nan kecil mungil seiprit yang kami punya. toh kami juga kurang enjoy makan diluar rumah sambil dikerubuti lalat dan nyamuk kebon. dulu jaman di apartemen, kegiatan BBQ digantikan dengan memanggang di oven. berhubung nggak punya lahan untuk BBQ. tapi hasilnya lumayan juga kok, walaupun kurang ada aroma gosong dari charcoal (areng). semenjak banyak dari keluarga kami yang ngetrend dengan penyakit jantungan, asam urat, kolesterol dan darah tinggi di usia dini, kami sebisa mungkin menjauhi sumber2 penyebab “trend” tadi. jadi tiap hari makanan cuma seputar rebusan, kukusan, ovenan & sekarang bbq-an. bukan berarti saya absen dari makanan gorengan, tapi bisa dihitung dengan jari dalam seminggu. buat melatih anak2 juga, untuk makan makanan yg lebih less greasy.

sekarang, hampir tiap sore saya dan si babe “bergumul” dengan areng2 di belakang rumah. niat kami semula mau beli grill yang pakai gas jadi dihapus dari daftar. karena memakai areng lebih gurih dan enak (asal tahan nunggunya aja…heee). dasar saya yg doyan banget sama makanan panggangan, segala rupa juga dipanggang. sampe bawang bombay, sosis, paprika, tomat……….

kemarin, saya bikin sate. anak2 doyan sekali sama sate daging ayam dan kulitnya. bahkan mereka biasanya sampe berantem karena rebutan kulit (yg ini nggak termasuk dlm menu sehat lho…). dasar si momi ibu yg pemalas, untuk sayuran nya cukup menyajikan fresh salad. bumbu satenya buat sendiri dari peanut butter yang dikasih kecap manis dan bawang putih. lumayan juga.

belum ada 15 menit sate sudah ludes sama mereka.





chicken wing saus hickory

Suatu pagi di beranda…

July 24, 2008 § 5 Comments

hujan turun diawali dengan gerimis dan disambung dengan yang deras. mengingatkan saya akan tanah air yg kalau sedang musim hujan, selalu becek dimana2. saya pandang halaman muka rumah kami yang hijau, berharap mudah2an tidak berlumpur karena hujan yang abadi. tanaman yang dengan susah payah saya semai tempo hari sudah terlihat terendam air dan tanah gembur yang saya pagari jadi kotor mengotori pagarnya. seumur hidup baru kali ini mencoba berkebun, mengikuti segala aturan yang tertera pada bungkus bibit2 yang saya beli, yang mewajibkan saya menggali lubang disetiap jarak tertentu, lalu ditutup dengan makanan dan tanah berpupuk yang katanya sudah dilembabkan. whatsoever. yang penting, saya sudah melakukan apa saja yang semestinya dilakukan. tapi kalau hujan turun terus tiap hari begini, jangan2 nanti bunga peliharaan saya yg baru keliatan tunas2 daunnya bakalan mati kelelep. ah..biarlah alam yang mengatur semuanya. Tuhan menciptakan mahluknya bukan dari robot atau plastik. kalaupun harus mati, pasti bisa dimanfaatkan oleh yang memerlukan. rantai kehidupan pasti melakukan tugasnya dengan harmonis tanpa harus dibantu dengan tangan manusia.

kalau hujan tidak terlalu lebat, saya biarkan anak2 main diluar dengan payung2 favorit mereka. kasihan, selama ini terkungkung di apartement dimana tidak bisa membiarkan mereka lepas di halaman. mengingat2 masa kecil saya dulu yang kalau hujan turun malah sengaja membasahi diri dan bermain hujan2an dengan anak2 tetangga. segerrrrrr. justru kalau dimarahi, makin menjadi2 diulangi kesalahan yang sama. coba lihat anak2 sekarang, yang lebih senang berdiam diri di depan playstation atau wii, sambil adu jotos atau main tenis dengan sebuah mesin. mana ada anak masakini yang berhamburan main keluar disaat hujan atau liburan sekolah? mana ada anak jaman edan yang masih edan? mereka pun sudah lupa tradisi leluhur main galasin, benteng, congklak, kelereng, bola gebok, karet atau hopscotch. semua bisa dikerjakan tanpa membuang tenaga dan energi, cukup duduk didepan internet atau playstation dan voila…..sebut saja mau main apa, semua ada.

sudah pupus harapan kami untuk mengulang masa2 indah jaman baheula, karena anak2 kami terlahir dikala dunia sudah canggih. walaupun kami sudah lama bermimpi membeli rumah yang punya halaman luas, tapi tetap bayangan indah masa lalu harus di delete dari komputer di kepala saya. rasanya mustahil. tapi saya tidak menyerah begitu saja. walaupun anak2 tetap up to date dengan perkembangan komputerisasi, dan tetap mengikuti gaya atau trend yang selalu berubah2 setiap musimnya, tapi gaya bermain tradisional tetap berjalan. alhamdulillah, rumah yang kami beli ini, walaupu mungil kecil nyempil tua jelek dan berada di pelosok kota (ndeso dot net), warga di kompleks hunian ini masih doyan bertetangga. dari hari pertama kami boyongan, sudah nampak anak2 singkong yang berduyun2 datang kerumah, dan mengajak anak2 saya bermain diluar. mereka orang2 pinggiran masih senang main di alam terbuka, main monopoli pun sambil duduk di halaman depan sampai berjam2. mereka yang kebanyakkan bule2 berambut pirang, sangat ramah, cukup sopan dan punya tata krama, walaupun istilahnya bukan orang kota yang katanya lebih berpendidikan dan menjunjung tinggi sopan santun. anak2 saya yang haus akan teman, sangat bersyukur dan tidak bosan2nya berterimakasih kepada kami berdua, karena sudah menemukan “the best house ever”. mengharukan? tentu saja. rumah tambal sulam begini dibilang the best.

beberapa hari belakangan, anak2 tetangga jarang datang. banyak yang dititipkan ke saudara atau kerabatnya diluar kota karena bapak-ibunya bekerja. termasuk teman sebaya ais depan rumah si L dan S, tau2 mereka sekeluarga menghilang tanpa pesan. namanya liburan sekolah, pasti mereka punya rencana masing2. minggu depan anak2 juga mulai masuk sekolah musik. saya sudah mulai mengenal jalan2 di kota ini. kami sudah mulai kerasan dan menyatu dengan rumah baru. saya sudah tidak takut lagi ke basement malam2 sendirian. saya sudah berani ditinggal si babeh kerja seharian. perasaan2 horror yang selama ini menghantui pikiran gila ini, sudah mulai terobati dengan hangatnya tetangga2 menyambut kami sekeluarga ke lingkungan mereka. apalagi tetangga sebelah rumah saya adalah seorang pasangan manula yang seumur dengan orang tua saya, selalu menjadikan sosok orang tua bagi kami. “kalau mau pinjam semua alat tukang atau pinjam alat2 dapur, sok jangan malu-malu ya…gedor sajah pintu rumah!”. si babeh memandang saya dengan mata kinclong. nukang adalah pekerjaan favoritnya dari jaman dulu sampe sekarang. apalagi matanya makin berbinar2 ketika melihat tools si kakek sebelah yang lengkap dan canggih.

apapun yang telah didapat, walaupun dalam bentuk dan wujud yang jauh dari impian, saya syukuri dengan sepenuh hati. alhasil, semuanya akan terasa nikmat dan damai dihati.

ini cerita nggak nyambung, weekend kemarin kami pergi ke rib festival di mississauga (kota tempat tinggal kami sebelumnya). tahun lalu kami ketinggalan kereta, tahun ini karena penasaran jauh2 dibela2in datang. sayangnya sampai disana, semua kedai menjual babi. ternyata ribs babi paling enak katanya. pakai dilumuri saus bbq merah yang pastinya yummy banget. hiks. akhirnya, satu2nya kedai yang bisa kami nikmati adalah butterfly fries dan blooming onion, dimana mereka menyajikan sebuah bawang bombay yang dibentuk sedemikian rupa hingga kalau di goreng bisa mekar seperti bunga. indah sekali sampai tidak tega untuk memakannya. lagi-lagi, sedang ditengah2 antrian, hujan turun. tapi saya nggak mau rugi, tetap berdiri tegak di antrean. demi seporsi butterfly fries dan blomming onions………(mm..maap, ga sempat dipoto berhubung sudah keburu keroncongan perutnya!).


antrian panjaaaaaaaaang.

my latest blooming pouch – july2008. check it out here.

credit : animated by ais – copyright july 2008.

laki2 simpanan

July 18, 2008 § 13 Comments

semalam saya sempet terbatuk2 dasyat. bukan karena keselek atau sakit, tapi karena syok.

tidak disengaja saya nguping pembicaraan adel dengan mbak ais dan aidan, mereka memang biasa saling curhat masalah apasaja. si adel yg walaupun 4 tahun lebih muda, dia justru yang pede banget bergabung ke dunia kakaknya. mbak ais yg memang terbiasa jadi anak tertua, selalu meladeni adek2nya kalau mereka nanya/cerita ini itu. kalau mbak ais lagi dikunjungi teman2nya, adel selalu bergabung dan herannya dia selalu nyambung aja dengan percakapan mereka. herannya lagi mereka juga nggak menganggap dia anak bawang (spt saya dulu kl main dengan yg lebih tua, selalu di anak bawang-kan…sakit hati deh). justru mereka seperti mendapat tanggungjawab buat momong adek temannya. kadang2 mereka malah jadi punya mainan, sering didandanin, kuda2an, dikerjain main monopoly dll. gpp..yg penting semua happy, kan?

tau2, percakapan mereka belok ke masalah cowok. tadinya gara2 mereka nanya ke aidan yang baru saja pulang dari smalland nya ikea (penitipan anak dikala ortunya shopping), mereka cewek2 nanya, tadi di smalland dapat teman atau enggak (biasanya kalo kesana, aidan selalu mendapat teman, walaupun si teman selalu tanpa nama). aidan bilang ada, boy….
mbak ais yg emang suka iseng dan gemes sama adik bungsunya, langsung timbul keisengan, “oya? what’s his name?”. “I dunno!”. “you have to know his name…..”. “I dunno”. mampirlah sebuah gigitan ke pipinya. gigitan gemes.

gara2 ngomongin boy-friend, si adel lalu nyeletuk. “mbak ais, guess who’s my boyfriend!. I have 3 boyfriends, can you guess?”. *si momi langsung pasang kuping bionic woman…*.
si ais nanya, friends who are boys or boys who love you?
“boys who love me and want to marry me”. whattt??? sejak kapan dia kepikiran merit? emang tau apa artinya merit itu? *saya mulai syok*
mbak ais yg sok pasang wajah serius, nanya lagi, “mmmm…can u give me a hint? initial maybe?”. “A, O, J”, jawab adel.
selanjutnya……..mbak ais dan aidan yg ikut2an nimbrung, berusaha menebak2 nama2 mystery tersebut. saya udah mau pingsan dibuatnya. anak 6 tahun walaupun emang gayanya kemayu masak sih udah mikirin pasangan hidup? makin pingsan krn setelah itu dengar percakapan yg lbh dasyat lagi, bahwa si O adalah yg paling cinta sama dia, karena suatu hari pernah melayangkan ciuman ke pipinya di kelas! gila..gila……….mati gue!

spontan, saya panas. dengan segenap tenaga yg tersisa, pelan2 saya kasih tahu, bahwa perjalanan hidupnya masih jauh. kissing cuma boleh dilakukan oleh anggota keluarga, karena kita semua saling menyayangi. cowok hanya aidan dan dadi yg boleh kissing. kalau O begitu lagi, bilang sama bu guru. blablabla. mbak ais juga ikut2an, “iya…kalo O kissing lagi, injek aja kakinya & cover your face and say no kissing allowed!”. jawab si adel singkat padat tapi bikin pusying, “..but, why????? I love O too…”. nggak lama dia ngeloyor pergi tanpa rasa salah.
saya tau si O ini anak arab yg berpostur bodigard, putih, tinggi, bersih, dan ternyata sosok bodigard nya bisa meluluhkan hati anakku…..oooooh…tidaaaaaaaaaaaaaak!

semalam, saya geli2 sendiri mikirin obrolan anak2. lucu ya. kalau mereka besar nanti, apa nggak lebih serius cerita tentang pacar masing2???? mudah2an mereka selalu terbuka satu sama lain, dan selalu saling tolong menolong no matter what. asal jgn tolong menolong berusaha masukkin kita berdua ke panti jompo ajah….hahahaha.
padahal, mereka anak2 nggak pernah nonton film org dewasa, kami berdua yg bela2in nonton film mereka kalau lagi kumpul2. malah you tube dirumah di blok, karena kadang suka nyasar ke yang aneh2. kalau mau nonton you tube, harus ijin momi or dadi dulu. apalagi adel, yg belum bisa spell dengan sempurna. heran juga dia bisa lebih mature gitu. mbak ais sampe sumringah. dia aja yg udah abg belum kepikiran untuk kesitu. ckckck.

adelku memang cuek. polos. yang dulu saya pikir sangat rapuh, ternyata justru yang paling pede kalo urusan beginian. memang dia sensitif, perasa dan cengeng. tapi justru paling tebal muka. bagusnya masukkin ke sekolah teater aja kali ya? biar tambah ancur….hihihi.

Logo momdad

July 15, 2008 § 9 Comments

mau liat hadiah ais buat momi dan dadi nya kemarin? oh..so lovely. saya aja gak bisa bikin spt ini. apalagi pake photoshop. pasti saya kumpulin semua berkas, buat bekal dia nanti kalau mau kerja. thanks my princess…..i love you so much.


what do you think? pls comment.

tuna

July 14, 2008 § 8 Comments

namanya tuna. katanya ini bener2 hasil khayalannya. udah lama saya nggak melihat aiz corat coret photoshop lagi, semenjak drawing pad nya rusak jadi males. mau beli lagi, di canada mahal banget, dengan merk yg sama bisa hampir 2x lipatnya. entah kena angin apa, kemarin itu dia mantengin komputer berjam2, tau2 jadi si tuna ini…..sayangnya cuma menggunakan mouse, jadi outline nya agak pletat pletot. tapi lumayan lah….bisa ‘joinan’ sama mominya…….jadi salah satu maskot masterpiece kerjaan momi. ih…momi atau child abuser……?

eksperimen gagal

July 12, 2008 § 9 Comments

mari mengecat bersama bu sil. ceritanya, ini salah beli cat. maunya yg setengah glossy tapi malah kebeli yg super glossy. pas di oles ke dinding, kok jadinya nggak rata…..yasutralah….sekalian aja main gila, ceritanya sok ikut2an acara trading spaces; ambil kantong kresek dan langsung di totol2 ke cat yg masih basah. jadinya malah kayak wallpaper. tapi berhubung kurang cekatan dan agak2 lemot, jadi cat yg udah keburu kering keliatan belangnya. ah…tauk lah….harus beli border kali buat nutupin.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for July, 2008 at My Life Abroad.