dari mana datangnya adik?

May 21, 2008 § 13 Comments

mempunyai anak gadis yang beranjak abg, bikin pusing kepala. entah karena perkembangan jaman atau memang sudah umurnya, anak saya seringkali dengan nada polosnya bertanya tentang seks. taraf pertanyaan belum sampai kearah2 yang memojokkan, tapi cukup membuat momi & dadi kewalahan mencari jawaban. berbagai macam narasumber kami cari, dari buku, teman yang juga punya anak gadis, internet, sampai berusaha mengingat2 masa2 saya abg, ketika pertama kali mengetahui, “dari mana mama-papa mendapat adik”. tapi ternyata saya tidak sendirian. yang udah2, bukannya berkeluh kesah kepada orang lain, malah orang lain tsb bertanya balik.

waktu itu terasa singkat. rasanya baru kemarin kami merasakan bahagia sejuta rasa ketika anak pertama kami lahir ke dunia hampir 10 tahun yang lalu. tahun demi tahun, kami membesarkannya dengan segenap rasa kasih sayang dan perhatian, tau2 di tahun yang ke sepuluh ini kami merasa ‘ditantang’ dengan persoalan baru, menjadi orang tua sekaligus sebagai ‘sex educator’ amatiran yg harus ekstra hati2 dan bijak menjelaskan kepada muridnya. hm….

jaman kami abg dulu, mama-papa saya tidak memberikan pendidikan khusus tentang urusan ini. jawabannya selalu monoton, “nanti kalau kamu udah gede, juga tau sendiri”. sampai akhirnya saya mendapat “ilmu pengetahuan” baru ini dari teman sekolah dan sumpah sekian tahun merasa shock, kenapa suami istri harus melakukan pekerjaan ‘menjijikkan’ itu. parahnya lagi, ketika mama mengabarkan bahwa dia ‘kebobolan’ hamil ketika saya sudah kelas 3 smp, saya ngambeg berat. dalam hati bertanya2, kalau nggak mau punya anak lagi, ngapain begituan? ada rasa cemburu campur amarah didalam yang waktu itu tidak sampai terlontarkan. walau akhirnya, mama kemudian keguguran disaat adik berusia 4 bulan di dalam kandungan, saya sempat down beberapa saat, merasa menyesal karena mungkin Tuhan mendengar kemarahan saya saat itu, sehingga memutuskan untuk mengambil kembali pemberianNya. tapi, saya pun menghibur diri, mungkin memang sudah takdir, toh setahun kemudian mama ternyata divonis ada tumor jinak di rahim yang menuntut mama untuk merelakan rahimnya diangkat.

kalau ingat masa2 bego dulu, jadi memacu keinginan saya untuk berbicara terbuka dengan anak. terbuka bukan berarti menceritakan semua kronologis, tapi hanya jawaban ‘simpel tapi kena’ yang bisa dicerna oleh anak. inti jawabannya buat saya cuma satu ; anak tercipta karena hasil dari hubungan cinta kasih orang tua sehidup semati.

sudah bertahap dan berangsur, obrolan keseharian saya dengan aiz selalu mengena ke masalah relationship. kepada orang tua, teman, saudara, pasangan hidup, guru, orang lain. seiring dengan bertambahnya umur, saya juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana seorang perempuan harus dealing dengan “tamu bulanan”, bagaimana harus menjaga kebersihan tubuh dan mengatasi kram perut, pengetahuan siklus haid, kapan masa matangnya sel telur pada wanita, apa arti dari haid itu sendiri. selama ini, dia menunjukkan tanggapan yang positif, dan nggak malu-malu untuk bertanya kalau dia bingung. sampai pada suatu hari, diluar dugaan ketika kami lagi asik2nya ngobrol, tiba2 dia dengan tegasnya menunjukkan seolah2 dia mengetahui rahasia dari mana datangnya adik. kaget campur bengong, saya tantang dia, apa yang kamu tau tentang seks?
jawabannya bikin jantung saya copot dari gantungannya, ‘married-couple being naked on the bed’. jawaban yang sangat simpel tapi terasa menggelegar ditelinga saya.

terdiam sejenak, ambil nafas, saya kembali bertanya, dari mana kamu dapat informasi itu? ternyata dari si B teman sekelasnya (saya tau betul B ini anak muslim yg baik, alim & sopan. dia satu2nya yang sudah haid dikelasnya, dan aiz adalah teman satu2nya yang mengetahui). dengan segenap tenaga, otak saya ekstra bekerja untuk berpikir. mendadak hafalan2 yang saya rangkum dari narasumber tadi hilang dari kepala. bingung mau memulai dari mana. akhirnya, saya coba melontarkan rangkuman ‘ujian’ saya.

begini mbak *saya biasa memanggilnya dengan sebutan ‘mbak’*. momi & dadi yang sudah mengikat janji atas nama Allah didepan Qur’an, penghulu, orangtua dan saksi, harus menjalankan perintahNya, yaitu saling mencintai segenap hati, sampai mati. dari hasil hubungan cinta mati yang sudah terikat itu, kami berdua sepakat untuk melahirkan dan membesarkan kalian. tapi untuk melahirkan kalian, momi & dadi harus melakukan sesuatu, dimana sel telur momi harus ditemukan oleh sel dadi.
*tarik napas dalam sambil putar otak. plis…jangan nanya2 cerita selanjutnya. do’aku saat itu*
telat.

‘n theeeeeeen….? tanyanya.

ya, itulah makanya kenapa kata temanmu suami-istri harus ‘being naked on the bed’. karena disaat perempuan menjelang haid, harus langsung dibuahi oleh sel jantan, supaya bisa jadi adik nantinya. kalau tidak melakukannya, bagaimana momi bisa melahirkan kalian? dan itu adalah salah satu janji kami waktu menikah dulu, harus melakukan itu supaya bisa mendapatkan anak. bukan cuma manusia, binatang juga melakukan hal yang sama. walau caranya berbeda2 tapi tujuannya satu, karena kewajiban sebagai mahluk Tuhan. syarat utama untuk melakukannya, harus menikah dulu, supaya Allah merestui dan memberikan anak2 yang soleh, sehat dan pintar.

*bravo momi. pertanyaan murid berhenti sampai disitu. lega. mudah2an saya punya waktu untuk mencari sumber baru buat menghadapi “ujian” berikutnya*.

tapi, saya masih bersyukur, aiz tidak segan2 bertanya tentang ini kepada saya. walaupun membuat saya ketar ketir. tapi alhamdulillah. tidak mencari2 dari sumber lain, yang mungkin saja bisa salah kaprah sehingga memandang kami ortunya dengan perasaan jijik akibat ‘kewajiban’ tadi. saya tekankan kepadanya, bahwa kami berdua melakukan atas dasar cinta. bukan kewajiban semata. jadi itu bukan perbuatan yang menjijikkan atau ‘gross’.

diakhir obrolan, saya menekankan berkali2 kepadanya, “aiz, kalau ada yang mau ditanya lagi, jangan tanya teman2 ya. tanya sama momi. kalau ada teman yang berpendapat lain, yasudah. biarin aja. jangan berdiskusi masalah ini disekolah. just being neutral. yang penting, aiz jangan terpengaruh dan sudah tau jawaban yang lebih benar”.

*momi tarik nafas panjaaaaaaaaaaaaaaaang dan lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa*. jantung yang copot tadi sudah kembali berdetak normal.

Tagged:

§ 13 Responses to dari mana datangnya adik?

  • Oci says:

    sudah ye jadi orang tua🙂

  • ira says:

    hehehe untung deh, buat isabelle masih lama…. suka bingun kalo ditanya ya

  • lisa says:

    Hi Sili, disini lisa -pattaya- lagi (temennye dita tuh…). tadi malem (waktu indo) ada kumpul2 temen kuliah dulu. Dita dateng tuh.. Sili aku seneng baca2 blogmu, lucu2 berat. eh tas2mu lucu2 banget. bener deh, naksir. coba deket yah. keren lho goody bag ultahnya anakmu. Biar terlambat selamat ulang tahun yah bw the princess and juga happy anniversary bw dikau and suami. Eh ngomong2 kalau pesen bisa kirim ke pattaya ?. thank you sili..

  • debbie says:

    hiii…gw musti siap2 nih dari sekarang…duh…mudah2an siap
    jujur, baca ini gw yang ndredek sendiri😀

  • Mela says:

    Wah….. Mominya Aiz hebat, bisa punya jawaban yang tepat
    Bisa di contek nih buat anakku nantinya.
    Secara sekarang sinetron dewasa juga sering banget ditonton anak2, belum lagi infotainment yang isinya artis pada mesra2an duh…..

  • Susan says:

    Wah Silli..aku juga belajar banyak nih dari jawaban kamu, mudah2an jika suatu hari nanti ditanya ma Oline aku isa nyontek jawaban kamu ini hehehe
    thanks ya..

  • kiky says:

    aduh, aku jadi deg2xan neh mbak
    pasalnya kezia bilang mau adik lagi, dengan nyante tanpa mikir gue bilang, tanya ama ayah boleh ngga…jawab dia ;kenapa tanya ayah, yang hamil kan bunda…*gedubrak*

  • si momi says:

    hahaha…kayaknya simpel ya..tapi kalo sudah saatnya….mau pecah kepala. goodluck lah buat teman2…semoga pertanyaannya nggak susah.
    momi yg lagi bingung juga.

  • sie says:

    duluuu pas hamil terahkir gw pernah pinjem buku dr perpustakaan ttg dari mana datangnya baby , anak2 begitu antusias mendengarkannya , soalnya gw nggak bisa keik elo langsung menjawab tanpa panduan sih😀😀 ..

    bagus bgt Sil postingannya , elo bener2 hebat deh , suka bgt baca penjelasannya ..

  • ...ina... says:

    syukur ada blog…😛. jadi bisa tau pengalaman yg udah ‘senior’ … bisa siap2 ntar kalo Kez udah mulai nanya2….. kekkekekekkeke. Jangan2 10 taon lagi… pertanyaannya udah ganti lagi ..:P

  • caroline says:

    two thumbs up… lo wise banget ngejawabnya dan romantis. gw seneng banget dengan bagian “anak tercipta karena hasil dari hubungan cinta kasih orang tua sehidup semati”. jadi terharu bacanya… tapi gw salut dengan penjelasan lu… bravo!

  • yanti says:

    aduuuh… hebat banget deh jawabannya.. gw boleh nyontek ya mbak ntar klo saatnya tiba😀

  • […] menyambung cerita lama yang ini, 2 hari terakhir sebelum sekolah usai, saya dan salah satu ibu teman mainnya adel terjebak hujan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading dari mana datangnya adik? at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: