alhamdulillah….

April 18, 2008 § 11 Comments

kelamaan vakum dari perblogingan, rasanya kayak ada yg hilang. rutinitas yang biasanya dilakoni hampir setiap hari, mendadak harus ngalah dulu.
nggak cuma blog ini yg ngalah, blog saya nyang atunya itu juga harus nganggur sekian minggu. bisnis yg baru seupil dijalani harus mandeg juga. produksi postpone dulu. rencana ikutan pameran summer ini terpaksa harus dibatalkan.

ceritanya panjang….

awalnya nggak sengaja, gara2 si babeh sering naik KA dari stasiun Port Credit. suatu hari saya harus mengantar beliau ke stasiun, tiba2 lihat rumah mungil nan cantik yg lokasinya kayaknya asri didaerah kompleks rumah2 tua tepat diseberang stasiun. penasaran, saya membanting stir melintasi depan rumah mungil tadi sembari jalan menuju pulang ke rumah, mumpung masih pagi belum ramai orang yg melintasi. ternyata didepan persis ada plang kecil bertuliskan “for sale”. ah….nggak mimpi deh. belum ada setahun pindah ke negara baru, biasanya orang belum terpikir untuk bertindak lebih jauh. beli rumah kan bukan beli kacang goreng bhok! lagian, mana bisa minta kredit bank, kalau belum menetap lama. lupakan…..namanya juga berandai-andai….nggak bayar toh? tapi melihat rumah mungil tua dan detailnya antik dan bergaya eropa, benar2 menggugah iman saya untuk masuk ke kompleks lebih dalam lagi, cari-cari siapa tau ada yang dijual lagi.

sorenya, sepulang babe, iseng2 saya utarakan niat gila tadi dan saya ceritakan ‘perjalanan’ saya dan anak2 melintasi kompleks perumahan dekat stasiun. nggak muluk2 kok, cuma kepingin liat2 aja, kebetulan disana ada tulisan “open house tour available”….tinggal angkat telepon dan bikin appointment doang apa susahnya sih? seperti yg sudah saya duga, pasti nggak ditanggapi serius alias dikacangin. karena memang kita istilahnya warga baru disini, pastinya credit history juga belum oke. (fyi, di canada sama dengan USA yg mengandalkan rating credit history, kalau mau mengajukan kredit bank untuk rumah/mobil, mereka harus memastikan bahwa kredit kita bagus, bayarnya lancar dan nggak pernah terlambat/nunggak – ada departemen sendiri yg menangani urusan kredit).

beberapa hari kemudian, lagi iseng2 browsing rumah di internet, baru menyadari bahwa di kota tempat kami tinggal ini harga rumah lumayan mahal. jadi pikiran untuk melihat-lihat rumah mungil di depan stasiun tadi harus dihilangkan. sudah pasti harganya gila2an walaupun keliatannya tua, kecil dan tidak mewah. tapi kalau kita rela tinggal agak minggir ke kota yg lebih ‘dusun’, harga2nya reasonable. walaupun harus ekstra pengeluaran untuk bensin dan servis mobil (lebih sering) atau ongkos naik KA yang pastinya lebih mahal. si babe yg tadinya meremehkan, mulai terbujuk untuk melihat. gara-gara tergiur melihat harganya. dan salah satu atasannya baru beli rumah di kota yang sama. paling tidak mencoba biar tau situasi, daripada malu-malu kucing tapi dalam hati mau….

dengan segala jerih payah dan upaya, dan dengan alasan “toh bayar sewa condominium sekarang ini mahal juga”, kita bermodalkan muka tembok menyambangi bank yg selama ini menjadi kepercayaan kami untuk urusan finansial keluarga. kami bertemu dengan financial advisor, yg kok ya kebetulan kami bisa ketemu walau tanpa appointment (biasanya jarang ditempat). ngemeng-ngemeng ngalor ngidul….dan setelah semua persyaratan seperti menyerahkan slip gaji, bank statement dan keterangan2 tambahan spt keterangan jenis mobil, debt, dan jumlah prosentase uang muka yg bakal dibayar, tidak diduga kami mendapat tanggapan yang menyejukkan hati. bank menyetujui untuk memberikan kredit dengan bunga yang lumayan rendah bagi first home buyer. padahal secara teknis, syaratnya harus bekerja di perusahaan yg sama minimal 2 tahun, dan tinggal di tempat yg sama minimal 1 tahun, sedangkan kita nggak memenuhi kedua syarat tadi. hanya salah satu alasan kuat adalah karena kami adalah nasabah yang (katanya) baik dan rutin membayar tagihan2 yang ada, dan besarnya mortgage yang diajukan masih jauh dibawah batas maksimal. ah, Tuhan itu maha mendengar ya. mungkin Dia mendengar do’a hambaNya ini yg isinya seputar itu2 aja dan nggak muluk2. semua ini saya anggap berkah. segala situasi, kalau Dia menghendaki, bisa terjadi. mudah2an ini pertanda bahwa Beliau meridhoi niat kami. tidak mau muluk2, kami batasi bayar cicilan perbulan, jauh dibawah budget kami sekarang, sengaja supaya tidak ngoyo dan bisa nabung buat beli segenggam berlian….haha!

jadilah kami sepasang house hunter yg buta urusan beli rumah. benar2 nggak punya pengalaman. disini beda dengan di indonesia, beli rumah tetek bengeknya banyak. semua saling terkait, seperti asuransi, home inspection, lawyer….untung tidak sengaja kami mendapat seorang agen yang jujur, baik, sabar, pengertian (ngerti kalau budgetnya nggak gede), dan yg penting, beliau bisa dihubungi kapan saja. namanya Gail, kira2 35-40 tahun. nikah tapi belum punya anak. yang lucunya, setelah beberapa kali kami “ngedate” di tim horton untuk urusan paperwork, dia sempet cerita kalau pernah pacaran dengan cowok indonesia, jaman dia masih lajang dulu. jadi dia nggak kesulitan dealing dengan kami yg masih bangga dengan julukan saudagar jam karet. maklum (bela diri), jarak mississaugahamilton hampir 45 menit, karena belum terbiasa dengan prediksi jam-jam macet whatsoever.
rumah yang kami inginkan, tidak juga muluk-muluk. minimal 3 kamar tidur plus 1 full basement yg punya potensi bisa dijadikan minimal 2 kamar lagi. dekat dengan sekolah. dekat dengan toko grocery. dekat dengan tol. halaman cukup luas sekedar buat playground anak2 dan pesta kebun kecil2an (jangan terlalu gede juga, karena bingung mau ditanam apa *bukan tipe yg doyan berkebun bhok..hihi*). rumah tua dan cenderung antik (susah sih dapet yg harganya miring). punya potensial untuk diperbesar/didandanin. harga reasonable. daerah aman dan tidak ramai kendaraan lalu lalang. komunitinya asri dan tertata baik. urusan kosmetik rumah (touch-ups), nggak penting. toh biasanya juga nggak sesuai dengan selera kita kan?

berminggu-minggu bahkan sampai 2 bulan lebih kami bolak balik setiap akhir minggu, alhamdulillah akhirnya dapet juga yg paling tidak 5 kriteria diatas masuk; dekat sekolah. dekat jalan tol. halaman cukup besar. punya potensi untuk bisa dikembangkan (akhirnya…bisa jadi ‘nukang’ lagi deh….setelah vakum 10 tahun lebih!) plus, lingkungan kompleks nya asri dan tidak ramai. kami mengajukan offer sampai 3x, sampai akhirnya disetujui oleh penjual. untungnya, rumah itu rumah yang ditinggalkan oleh pemiliknya dulu karena tidak sanggup membayar cicilan. jadi diambil alih oleh bank/instansi dan dijual dibawah harga market – siapa cepat dia dapat. mungkin udah rejeki kami kali ya – timingnya tepat sekali.

sekarang, kami lagi sibuk urusan lawyer agar semua paperwork bisa diselesaikan dengan lancar oleh ahlinya. urusan asuransi rumah dan 2nd approval dari bank sudah beres. tinggal urusan bayar pajak dan heck no idea about laws & tetek bengeknya. pusing. makanya mendingan memperkerjakan lawyer tapi nggak migrain. masih banyak yang harus dipikirkan, seperti gimana caranya biar bisa mempercantik rumah tua yg finishingnya kurang menarik dan sama sekali nggak ada major appliances (kulkas, kompor, mesin cuci & AC). ini yang paling mengasyikkan….belanja…….!!! tiada yg bisa mengalahkan nikmatnya…..apalagi org berpantat panas seperti si mbok beranak 3 ini….:D.

alhamdulillah semua lancar. keraguan yang selama ini jadi beban, terjawab sudah. seperti yang pernah diutarakan oleh seorang sahabat saya di testimonial friendster, kami berdua orang yang menganut aliran “Hakuna Matata” nya Timon & Pumba. cuek dan nggak berpikir terlalu ribet sehingga menyakitkan diri sendiri. kalau memang rejekinya sih, apapun insya allah bisa diraih. kalau gagal ya sutra…mungkin bukan rejeki.

so….
itulah ceritanya. minta do’anya ya teman-teman. do’akan kami biar betah ditempat baru nanti. do’akan kami agar semuanya lancar tanpa halangan dan rintangan. do’akan kami biar sukses jadi ‘mandor’ dan ‘tukang bangunan’ sebelum pindahan (foto2 jadi tukangnya pasti nanti di posting donk….sekalian buat arsip).
jadi tau kan sekarang……karena alasan inilah kami mengurungkan niat mudik ke jakarta, semua dana habis terkuras untuk bayar rumah. mudah2an bisa nabung lagi buat mudik dalam waktu dekat (dan so pasti kopdaran donk!!). maaf karena saya jarang blogwalk. boro2 mengudara, ngurusin ngepak2 (lagi…hiks) udah ribet. mudah2an kali ini kepindahan kami yang lebih permanen dan at least ngendon cukup lama. capek lha ya….

eh..gossip dikit…
pada ngikutin american idol nggaaaaa????? siapa unggulannya?????

Advertisements

Tagged:

§ 11 Responses to alhamdulillah….

  • Arenita says:

    Sil, Congratulation ya. Sampe merinding deh bacanya. Soalnya gue juga “pengennnn” banget punya rumah sendiri (walopun akhirnya bakalan dikontrakin jg karena nyokap gak mau gue cabut dari rmh). Jadi nostalgia, gimana gue mengais2 duwit tabungan dan ngirit utk bisa DP rumah dan pasang iket pinggang buat bayar cicilannya (yang masih berjalan) …

    Congrats sekali lagi.

    American Idol ? Gue jagoin Mr. David Cook. He is HOT ! wakakakaka ….

  • mutia says:

    wah mbak..sumpah surprise banget…and ikut bahagia..selamat yah mbak sili.Keiknya enak banget rumahnya.memenuhi semua kriteria yang diinginkan..wah..skr ngepak2 lagi dwong…ngelungsuring mainan aidan lagi gag neeh..heheh..tapi keiknya skr siy gak ada garage sale lagi yak scara pindahannya kan deket bukan antar negara lagi..
    sow, ceritanya bakal permanen niy di canada?jadi dongk yah?..skalian gimana tuw katanya mo jadi konsultan imigrasi..hehe..

  • Lia says:

    Selamat deh mbak udah dapetin first home, walaupun bukan rumah impian. Tapi Insya Allah nanti akan kesampaian juga.

  • ...ina... says:

    wah Sil… congratulation ya… seneng banget ya….first home di canada… pasti excited banget… apalagi ngisi2-nya…

    Emang kalo udah waktuNya…pasti dikasih kelancaran walo urusan beli rumah itu pasti bikin kepala pusing..dan tabungan menipis.. 😛

  • si momi says:

    iya nich..ngapak-ngapak…sayap kali…
    thanks ya buat atensi nya. mudah2an dirumah baruku nanti bisa “lanjut” ngerumpi di blog lagi….

    kemarin aku kesana, coba jalan2 mengitari kompleks dan sekolah anak2. enak bgt sepi krn kyknya tetangga2 banyakkan manula…..asal jgn ketularan cepet tuwak ya?

  • sisusie says:

    Selamat Sil , semoga semuanya lancar ya … jd rencananya menetap selamanya nih di canada ?

  • momykeiza says:

    home sweet home yah mba…selamat dengan lingkungan barunya, semoga betah:)

  • bingkie says:

    Selamet ya momi Sili. Aku rajin ngikutin critanya si momi tapi blum pernah komen. Semoga lancar semua urusan. Ditunggu cerita berikutnya …

  • debbie says:

    waks….beli rumah sendiri…selamat euy. Selmat pusing juga, selamat ribet juga…hehehe…. Gw blm ngerasin pindahannya secara masih ngurusin benahan awal nya dulu…hehehe….
    semoga betah ya…nungguin banget foto2 rumah barunya, penasaran!
    eh, terakhir nonton AI, si christy lee cook yang ke eliminate, gak tau yang minggu ini gimana

  • Indahjuli says:

    gw mengidolakan David Cook 🙂

  • Taufik Ismail says:

    Hi Sis, ikut ngerasain seneng nya deh baca cerita soal beli the first house, bisa kenalan sama gail yg agent rumah itu gimana ? boleh gak minta emailnya gail sis? minimal dia kan udah pernah dealing sama indonesian, dan menurut sis kan dia baek dan jujur ! please email ke tfk_ismail@yahoo.com. thanks sis !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading alhamdulillah…. at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: