pengalaman naik bis

April 30, 2008 § 6 Comments

hari ini saya menyibukkan diri. iseng. tapi lagi males dirumah. jadi dicari2 aja biar keliatan sok sibuk. abis antar adel sekolah jam 1 siang, saya dan idan boy tergopoh2 menuju halte bis. sebenernya bisa dari depan sekolahan, naik bis yg liwat situ tapi harus 2x ganti bis. ah, males. mana pastinya larinya kayak keong karena melewati perumahan. jadilah bionic woman yg ndorong2 stroller berisi anak yg udah bukan bayi lagi. sampai di halte, bis sudah berhenti, sementara saya masih sekitar 20an meter dari halte. yah, hopeless deh dalam hati. terpaksa nunggu bis berikutnya. tapi nasib saya lagi baik. antrian calon penumpang lumayan panjang. kalau naik bis kan kudu masukkin coin ke kotak elektronik yg berada disebelah supir. mungkin orang yang lagi didepan kotak coin agak2 IQ jongkok sehingga ngitung 2.75 aja susah. alhasil, saya bisa ikut antrian paling belakang. si supir yg melihat saya ndorong bayi raksasa, menurunkan hidroliknya, biar saya nggak kesusahan masuk kedalam bis. asyiknya naik bis di luar negri. semua2 serba mudah. tapi walaupun serba enak, saya kangen yang namanya beli jeruk didalam metromini, atau dengerin pengamen yang melantunkan goyang dangdut padahal suaranya nggak singkron sama instrumen nya. i miss those things!

setelah bayar, si supir memberi secarik kertas buat transit (kalau mau gonta ganti bis). tiket transit bisa berlaku dalam dua setengah jam, terserah mau kemana asal masih didalam kota.
tiba2 pandangan saya tertuju kepada ibu2 umur 50an berdandan menor didepan saya. barang2nya serba bermerek. pakai kacamata riben gelap dan model j-lo (gede bgt bho..). rambut keliatannya disasak rapi, entah emang gayanya apa menutupi kerontokkan rambut. pakai baju dan celana putih bermotif hitam sebagai aksesoris. sporty tapi rapijali. mencincing tas merek chanel, keliatanlah logonya yg mentereng, entah itu asli made in france atau knock off buatan tangerang.
sepatunya pakai model kets anak muda jaman sekarang yang warnanya ngejreng. dalam hati saya, wuih…ada juga orang model gini masih mau naik bis bareng kita2 yang nggak dandan….
belum juga bis bertolak dari halte saya tadi, tiba2 ada ibu2 asia yang dari luar bis ngetok2 kaca jendela dibelakang ibu menor tadi. sampai2 dia terlompat karena kaget. si ibu asia yang gaya teriak2nya keliatan marah, ternyata mau ketemu suaminya yang duduk dibelakang saya. fyi, tipikal orang asia yang hijrah kesini….nggak dinegaranya, nggak disini, tetep aja nggak peduli lingkungan. si ibu menor yg sempat lompat karena kaget tadi spontan menyumpah sendiri, ngedumel, nyebut2 nama Jesus dan Maria Josephine, dan entah nama suci siapa lagi yang dilontarkan olehnya. sampai akhirnya saya dan seisi bis mendengar dia bicara lagi, “sumpah mati ini perjalanan saya yang terakhir naik bis, ngga akan saya naik bis lagi, membuat saya jantungan, blabla…”.percaya atau tidak, kalimat yg sama diulang2 beberapa kali.
ih…sapa suruh naik bis? kalau berani bareng sama orang umum, ya harus terima apa adanya donk….sambil masih komat kamit, dia berdiri menarik bel minta berhenti. memang mungkin bukan tujuan dia turun disitu, tapi dia benar2 ketakutan atau benar2 angkuh?

ketika pulang dari perjalanan (perjalanan yang gak penting, cuma ke mall cari2 angin dan window shopping sambil menunggu anak2 pulang sekolah), ada lagi kejadian aneh. di kota ini banyak sekali imigran dari eropa timur, dimana biasanya mereka susah berbahasa inggris. ada seorang kakek2, kelihatannya orang russia atau tetangganya-lah!. mungkin umurnya hampir 100, saking udah tuanya dan pikun (maaf). tapi ini kakek bener2 kekeuh dan kelihatannya waktu mudanya bekas preman pengkolan, keliatan dari emosinya yang gampang terbakar. terjadi kesalahpahaman antara beliau dan supir bis, mungkin coin yang dimasukkan kurang, sehingga uang nggak mau masuk ke dalam mesin. tapi si kakek kekeuh dan ngotot bahwa duitnya nggak kurang. malah si supir disemprot habis2an dengan bahasa inggris tarsan nya yang amburadul. seluruh isi bis geleng2 kepala. si kakek membawa kereta belanjaan segede bagong, dan ngotot masuk kedalam bis yang penuh berdesakkan orang tanpa perduli dengan kereta bagongnya yang menabrak kaki2 penumpang. mereka dengan muka masam memandang si kakek tapi mau bilang apa, siapa yang tega memarahi seorang kakek uzur yang sudah tidak sepatutnya naik bis sendiri, apalagi belanja grocery……kemana gerangan anak-cucunya? kalau sudah begini, bersyukur saya jadi orang indonesia dimana anak2nya masih hormat dan peduli dengan orang tua.
di dalam, orang2 yang merasa iba berusaha menarik kereta dorongnya yang penuh belanjaan, dengan maksud supaya si kakek bisa duduk. eh, malah dia menggerutu kepada orang2 yg menarik kereta, “jangan tarik, nanti saya jatuh!”. weleh…boro2 bilang terima kasih, merasa dibantu aja enggak. malah dia merasa dirugikan. aneh. kalau sudah begini, pikiran saya teringat bapak saya yang berumur sudah berkepala tujuh. tiba2 saya kangen candaan beliau. kangen kehadiran beliau yang sehari2nya selalu santai, penuh dengan banyolan2 dan nggak pernah mengeluh. mudah2an beliau belum pikun, dan jangan pernah pikun seperti si kakek tadi. nggak rela…
lho..kok jadi curhat?

jadi perjalanan dua setengah jam saya hari ini, cukup diwarnai dengan keunikan tingkah laku orang. asik juga kadang2. baru kali ini saya tinggal di kota yang terdiri dari berbagai etnik dan budaya dari seluruh dunia. kadang2 suka gemes, karena mereka masih dengan bangganya mengimport kebiasaan lamanya untuk kemudian dibaurkan ke negara barunya, dan yg paling nyebelin, kita2 yang berusaha hidup mengikuti aturan2 negara ini terpaksa harus mengalah dan hanya mengurut dada kalau melihat kejadian aneh.

ada kabar baru, saya baru saja mendaftarkan diri di milis orang indonesia di canada, atas anjuran seorang teman lama. asik juga, banyak tau berita2 orang indo. suka dukanya….. tapi kadang2 mereka nggossipin sesuatu yg nggak penting. biasalah orang hidup. sekarang malah bingung, karena nggak tiap hari saya bisa didepan komputer. hari ini baru ngecek mailbox setelah sekian hari. kalau mailbox nggak dicek berhari2, tumpukkan ‘surat2 cinta’ bisa ratusan. mau untung jadi buntung. nasibku hari ini…

serba perhitungan

April 26, 2008 § 3 Comments

lokasi : dundas mississauga chinatown
kelihatan kalau orang asia berpegang teguh dengan pepatah “time is money” waktumu = duitkyu…!
setidaknya mengingatkan kalau makan jangan diemut.

ini baru spring…

April 23, 2008 § 6 Comments

walaupun cuaca sudah mulai enak, tapi belum ada bunga-bunga seperti layaknya musim semi yang pernah saya alami sebelum2nya. tapi lumayanlah…bisa ngajak anak-anak bersepedah ke taman, main ke playground, jalan-jalan sore, atau berenang di club apartemen.

ada cerita nih. seumur hidup belum pernah saya berjodoh dengan tanaman, setiap beli bunga atau hijau2an, umurnya pasti nggak lewat dari seminggu….tapi kali ini sejak sering antar jemput adel bareng dengan ibu asal jamaica (neneknya teman sekelas adel) yang sukanya ‘ngembat’ tanaman rambat dekat sekolah, saya tertarik juga kepingin ‘berguru’. beberapa hari belakangan, saya ‘ngopi’ kebiasaan si ibu, sok-sok nyabutin tanaman rambat kalau lagi jalan pulang dari antar adel. katanya cuma ditaruh di container kecil yg berisikan air, dia sudah bisa hidup, tanpa harus diberi tanah dan pupuk. rupanya, sejak sebelum winter tahun lalu, si ibu memperhatikan tanaman rambat tsb masih saja hijau dan survived (walau nggak seger). berarti tidak terlalu bergantung kepada air dan tanah. malah sebagian akar rambatnya menjalar ke batu2an yg digunakan sebagai tanggul disitu. make sense.

Photobucketbenar saja, baru sehari saya bawa tanaman rambat tsb pulang dan ditaruh didalam container air, kelihatan daun2nya lebih hijau dan kuncupnya makin mekar. seger banget. hepi deh rasanya punya tanaman yang kali ini gratisan, tapi hidup. ini hari ke 3, ‘peliharaan’ saya masih hidup dan tambah seger. boleh juga sebelum pindahan ke rumah nanti, saya perbanyak dulu koleksi tanaman yang‘boleh nilep dari jalanan’, untuk kemudian ditanam di halaman belakang rumah. siapa tau malah nggak usah mengeluarkan dana sama sekali buat ngisi kebun (pelit amat yak). disini, tanaman lebih mahal dari jajan di fastfood. apalagi tumbuhan langka dan bukan berasal dari negara ini. satu pot jenis palem2an bisa $50. belum lagi kan nggak mungkin beli cuma satu. kalau mertua ada disini sih, dia bakalan ijo matanya ngeliat halaman belakang rumah yg masih kosong melompong. dia hobi banget berkebun, bahkan jago menyemai2 tanaman sampai beranak pinak jadi asri. sayang beliau sudah habis jatah kesini, saat ini sedang umrah ketanah suci. nggak mungkin tahun ini datang lagi. mudah2an kami bisa berkesempatan pulang ke jakarta….ketemu keluarga yg sudah bertahun2 nggak ketemu. kok jadi curhat ya?

btw, foto2 baru diambil minggu lalu, saat kami pergi ke tepi danau ontario di port credit – 10 menit dari rumah.

Photobucket

Photobucketsi mas

Photobucket
everybody…..say cheeeeeeeeeeeeeeese……

Photobucketwalaupun pohon2 masih botak, tapi udara sejuk dan cerah. hari gini, bunga-bunga belum juga keluar.

hari ini, ada pest control dari apartemen. katanya untuk memberantas semut pharaoh. baru denger ada jenis semut pharaoh. semut disini, kecil-kecil mana halus hampir nggak kelihatan. tapi nggak tau kenapa saya malah bengkak2 kalau kena semut disini. kalau di indo, kena semut paling2 bentol dikasih minyak tawon juga beres. kalo disini benar2 nggak tahan. pernah sampai mulut bengkak gara2 minum dari gelas yang sudah saya minum bbrp jam sebelumnya, tapi di bibir gelas ternyata ada semutnya, saking kecilnya sampai nggak kelihatan dengan mata. tau2 congor tiba2 panas. rasanya kayak kena entupan tawon. langsung deh….mendadak jadi mirip tukul arwana……

pest control dijadwalkan jam 9 pagi, tapi sampe jam 12 siang gini, kok belum nongol juga orangnya? capek deh. semua lemari dapur dan kamar mandi sudah dikosongkan, isinya bikin penuh ruang makan. bete abis. awas aja kalo nggak jadi hari ini…..keburu gw kena gigitan lagi dan monyong kayak waktu itu…..

anter adel dulu ach…

Tentang Film Cinta

April 22, 2008 § 2 Comments

seiring dengan keadaan rumah yang bentar lagi bakalan burantakan karena pindahan (lagi), saya yang beberapa hari terakhir sering nggak bisa tidur, jadi kerjaannya mantengin ipod touch tiap malam untuk nonton filem indonesia di youtube. kemarin malam, akhirnya saya berhasil menuntaskan film “ayat-ayat cinta”, setelah sekian minggu niat kepingin browsing tapi gak jadi-jadi.

sejak sebulan yang lalu, setiap ngobrol dengan orang jakarta, kok hampir semua orang menjanjikan ngirim dvd film “ayat-ayat cinta” yang katanya sukses menghibur masyarakat indonesia bahkan merambah ke luar negri. bapak saya, yang tadinya jarang (nggak pernah lagi malah) pergi ke bioskop, demi film ini beliau bela-belain pergi sendirian. penasaran juga, akhirnya sempet2in lah nonton. ternyata lumayan.

ayat-ayat cinta yang teknik pembuatan filmnya cukup sederhana kalau menurut saya, tapi didukung oleh pemain2 yang pas dan banyak memakai teknik sign language (ketimbang ngomong bertele2 layaknya film2 percintaan indonesia), sehingga lebih enak ditonton. mengupas tentang perkawinan poligami, tapi bukan karena penghianatan semata, tapi karena faktor kemanusiaan – demi cinta yg tulus sesama mahluk Allah.
dalam hal ini si tokoh utamanya seorang laki2 yang dicintai oleh 4 perempuan. ribet memang sih. menurut saya sih ceritanya agak2 bombastis, dimana si laki2 ini benar2 seorang yang sempurna luar dalam sehingga ditaksir 4 wanita sekaligus, dalam waktu dan tempat yang bersamaan. naksirnya juga nggak tanggung2, sampai berani bertaruh nyawa. yah, namanya juga filem. tapi kali ini mampu menyentuh hati saya dan yg paling heboh : membuat saya sesenggukan!
biasanya saya nggak pernah sampai terharu begitu kalau nonton film percintaan, apalagi film cengeng yg sepanjang filmnya cuma tangisan doang. males banget.

bagi yang belum nonton, nonton deh. terutama buat teman2 yang di luar negri, coba aja search di youtube. pelajaran yang bagus buat kita, bukan hanya dari segi agama islam, tapi juga belajar ttg akhlak dan pengorbanan terhadap sesama makhluk Allah, tanpa mengenal perbedaan agama & bangsa. ah…pokoknya, nonton aja sendiri lah!

alhamdulillah….

April 18, 2008 § 11 Comments

kelamaan vakum dari perblogingan, rasanya kayak ada yg hilang. rutinitas yang biasanya dilakoni hampir setiap hari, mendadak harus ngalah dulu.
nggak cuma blog ini yg ngalah, blog saya nyang atunya itu juga harus nganggur sekian minggu. bisnis yg baru seupil dijalani harus mandeg juga. produksi postpone dulu. rencana ikutan pameran summer ini terpaksa harus dibatalkan.

ceritanya panjang….
« Read the rest of this entry »

akhirnya..

April 3, 2008 § 9 Comments

akhirnya,
salju2 mulai meleleh. matahari mulai cerah. suhu mulai naik. walaupun bunga belum satupun muncul, tapi sudah bisa melihat hijaunya rumput sisa musim gugur tahun lalu. bisa melihat tupai2 yang sudah mulai keluar dari persembunyiannya selama musim dingin.

akhirnya,
kami sudah bisa berpakaian normal-pakai jaket biasa dan tidak perlu memakai celana dobel. bisa bersepatu seperti layaknya orang2 normal. bisa menggerai rambut tanpa harus menutupinya dengan topi. bisa ngecenk pake kecemetekude.

akhirnya,
anak2 bisa bersepeda ke sekolah sambil main2 di playground. bisa dengan leluasa jogging di pagi hari. bisa bebas dari kemalasan yg selama ini karena alasan cuaca.

akhirnya,
spring tiba juga. spring has sprung. selamat datang bunga-bunga…can’t wait to see you all..!


aidan yang sibuk dengan sepeda barunya.

O’canada

April 2, 2008 § 53 Comments

sebenernya dah dari dulu kepingin cerita ttg suka duka hidup di canada, tapi selalu terlupakan. pas kebetulan “namu” ke rumah Anna, ibu cantik yang tinggal di New England USA, bercerita ttg bagaimana suka duka tinggal di Amrik, jadi bangkit lagi semangat untuk cerita. tujuan utama postingan ini bukan buat mengutarakan uneg2, tapi buat berbagi buat teman2 yang (barangkali) memang sudah punya rencana tinggal di canada, tapi ragu atau nggak punya seseorang buat bertanya. mudah2an berguna juga buat mbak yune manis asal suroboyo ini. not…piye kabare not?

terus terang saya juga belum lama di Canada, belum juga lewat 1st anniversary tanggal stempel visa di paspor. tapi paling tidak sudah tau sedikit2 tentang trik2 hidup di luar negri, karena sebelumnya (untungnya) sudah 8 tahun di AS sebelum hijrah ke negara sebelahnya ini.
seperti kata orang2 tua bilang, jangan melihat segala sesuatu kebelakang, tapi lihatlah hari ini dan masa depan. karena masa lalu hanyalah untuk diukir sebagai kenangan, bukan patokan. telan masa lalu dan ambil hikmahnya sebagai pelajaran. begitu juga dengan saya. menjadi ‘anak baru’ di negara baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi. sama halnya dengan masuk sebagai murid baru di sekolah baru, pastilah kuper dan bego. walaupun keliatannya AS dan Canada adalah sama2 negara belahan amerika utara, tetap banyak juga perbedaan. kalau seperti saya yang lama di AS, masuk ke Canada mendadak jadi orang yg emosian. birokrasi disini santai bukan main, baik pemerintahan ataupun non-pemerintahan. menurut saya, mereka lebih taat mengikuti prosedur. ada baiknya sih, tapi untuk hal yg sepele spt masang cable TV, telepon, internet, prosedurnya bisa berminggu2. tetek bengek banyak. bleh. bete abis.
tapi sekian bulan berjalan, saya sudah terbiasa dengan hal2 baru. malahan saya udah jadi manusia santai…tidak ngoyo, tidak emosian, mengalir seperti air. mengalun seperti ombak. tensi agak menurun (asal jgn tau2 koleps aza…hihihi).

ah..daripada bawel, mendingan saya rinci aja ya, mana yg positif dan mana yg negatifnya. kira2 bisa jadi pertimbangan pembaca, buat yg ragu bisa jadi mantap (asal jgn yg sudah mantap jadi malah mlempem…lol).
« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for April, 2008 at My Life Abroad.