Puasa

September 18, 2007 § 10 Comments

hari pertama puasa, kami bertiga (momi-dadi-mbak aiz) sahur rame2. tahun lalu aiz kuat berpuasa walaupun beberapa hari bolong2. susah juga waktu itu karena di dallas sangat panas, dan teman2 sekolahnya sebagian besar non-muslim, dan seminggu 2 kali dia ada after school program sampai hampir maghrib. mominya yg ga tega. walaupun aiz kekeuh meneruskan puasa dan bilang kalau dia masih kuat sampai buka. tapi saya takut dia tidak bisa berkonsentrasi karena perut kosong. jadi tetep saya kasih option, kalau nggak kuat makan aja ya…tapi seringkali lunch box masih utuh. salut juga momi waktu itu.

di mississauga ini, teman2nya yg muslim dikelasnya lebih banyak. sekelas mungkin ada 5-6 orang. karena banyak orang2 timur tengah yg migrasi ke canada. jadi buat saya lebih ayem membiarkan dia berpuasa karena masih banyak teman seperjuangan. tapi tetap saya kasih option, kalau benar2 tidak kuat jangan dipaksa. saya tetap bawakan lunch box tiap hari. mana jadwal sekolah disini lebih panjang, sampai jam 4 sore. duh, saya yg dirumah jadi mikir melulu, apalagi kalau di agendanya ada tulisan, “besok ada spelling quiz”. atau “math test”. langsung rasanya pingin bilang, “batal aja deh, nak…nanti kalo lapar jadi gak bisa konsen”.

tapi kali ini ceritanya lain. hari pertama puasa itu, tau2 dia pulang dengan lunch box kosong. bersih. saya tanya donk, kenapa kok kosong. dia bilang,
“sori momi. aku nda kuat…tadi pusing dikelas & perut sakit. kata momi kalo sakit buka aja”.
*oke deeh. apology accepted*
“trus tadi temen2 kamu yg muslim pada puasa nggak?”
“enggak…”
“lho kenapa…”
“katanya ibu2 mereka menyarankan anak2nya ga usah puasa krn di sekolah pasti capek”
*momi mulai garuk2*

heheh…ternyata, banyak muslim dikelas bukan menjamin anak jadi kuat. kok malah begini ya? bukannya mereka itu anak2nya orang arab? kirain malah orang arab itu mengajarkan anak2nya supaya khusyuk atau gimana gitu. benar2 dari rumah anak2 itu tidak meniatkan diri untuk berpuasa. paling tidak ikutan sahur, masalah kuat atau tidak yang penting niat dan usaha. atau puasa setengah hari kek….seperti kebiasaan anak2 kita di indonesia. kalau nggak kuat ikut makan siang, trus lanjut lagi sampai maghrib. eh…ini sih enggak ada usaha.

*sore itu, aiz mendapat ceramah habis2an. bahwa berpuasa itu tanggungjawab dia dengan Allah. bukan karena disuruh momi semata. kalau sakit ya nggak papa. tapi jangan karena ngikutin ‘trend’ anak2 muslim lain lantas jadi toleransi”.

*duh..Gusti*

§ 10 Responses to Puasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Puasa at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: