dunia cuma selebar daun kelor, sayang….

August 26, 2007 § 12 Comments

hari jumat minggu lalu, tanggal 17 agustus kami alpa untuk menghadiri upacara bendera. duh, si merah putihku….maafkan rakyatmu yang satu ini ya. mentang2 sudah meninggalkanmu tapi kesempatan sekali setahun-pun dilupakannya. sebenarnya bukan maksud, sudah dari jauh2 hari kami planning untuk datang. si hubby juga sudah memberitahu atasannya, bahwa dia harus tetap menghormati negaranya dengan ber-upacara. tapi entah kenapa, sehari sebelum hari H, si atasan tiba2 berkumandang. bahwa hari jumat adalah no excused to get a day off. kecuali sakit. karena itu adalah hari tersibuk sedunia. kalau hari2 lain silakan, tapi asal jangan akhir minggu. yah, si bapak. emangnya upacara bendera bisa dipindah hari gitu? kalo bisa pesen hari sih mending hari sabtu ato minggu aja deh.
padahal, setelah acara 17-an biasanya ditutup dengan makan siang. I missed that stuff! di ubun2 sudah membayangkan masakan aseli tanah air, yang dibuat dengan bumbu2 segar buatan ibu2 dharmawanita yang jago2 masak, tidak seperti masakan indonesia saya yang mengandalkan bumbu inti A sampai D.

untungnya, acara 17-an masih berlanjut. seminggu setelahnya (tadi malam) ada panggung gembira masih dalam rangka HUT kemerdekaan RI yang ke 62 di KJRI Toronto. begitu membaca undangan di website bahwa ada panggung gembira, kesan pertama saya adalah aneka ria safari yang dimeriahkan oleh artis dangdut elvi sukaesih dan lawak dari kwartet grup. eheuk. abis judul acaranya sangat “jaman baheula” banget ya. kenapa nggak malam kesenian indonesia atau untuk indonesiaku tercinta……

kali ini saya nggak mau luput lagi. hubby juga ngebet kepingin kumpul2. gile, hampir 2 bulan disini cuma ada mahluk indonesia 1 biji. itu juga bekas temen lama yang terakhir ketemu jaman saya sma. coba hitung pakai sempoa (gak bisa pake jari lagi soalnya), berapa tahun yang lalu?
jam 5 sore, saya sudah menor. sampai anak2 terpaku melihat maminya akhirnya menyadari kalau dirinya wanita. mencocokkan baju sama suami adalah hal yang wajib kalau ada acara2 begini. sebenarnya kami bukan tipe manusia pesolek. tapi saya paling risih kalau saya pake ijo royo-royo trus bapake pake mere manahe. kan kayak kado natal banged donk. setelah setengah jam pikir2, eh, buntutnya pake baju item lagi…item lagi. bapake juga pake baju polo hitam garis2, saya? apa lagi kalau bukan baju kebesaran saya….my lovely kimono hitam.

acara berlokasi di jalan jarvis & richmond, ditengah2 downtown Toronto. boro2 ada tempat parkir khusus, tanah disekitar situ mahal. kami sampai mutar2 mencari spot, penuh. senangnya hati kami begitu melihat wajah2 indonesia pada berduyun2 menuju pesta. ada juga bapak2 yang ber-batik ria. ibu2nya juga banyak yang berkebaya. mungkin ibu2 dharmawanita. gedung yang dari luar tampak kecil kok berani2nya mengundang seluruh warga indonesia se toronto & sekitarnya. hopeless dapat parkir disepanjang jalan sekitar gedung, kami bertolak ke arah barat. downtown toronto kalau weekend ramai. setiap sudut saya melihat ada musik jalanan. cafe2 juga kelihatan marak. sepanjang jalan banyak kerumunan orang, yang pasti bukan ngeroyok sih. mereka foto2, jalan2 window shopping, dan melihat atraksi. tau2 kami melihat ada tempat parkir umum, harganya juga oke $5 flatrate. jaraknya tidak begitu jauh dari KJRI. masih oke kalau jalan kaki menor2 begini. begitu sampai di pintu, acara sudah dimulai 30 menit yang lalu. tumben banget nggak ngaret. padahal tadi kami prediksi budaya melayu yg ngaret….(alesan aja!).

kami masuk celingak celinguk. disambut oleh beberapa penerima tamu. tidak menyangka gedung yg dari luar cuma sepetak ternyata dalamnya luas. buktinya bisa menampung ribuan orang. salah seorang ibu dengan ramah menyapa ; silakan pak..bu…ini dari mana?. eeh..kami baru pindah kesini, boyongan dari texas. oooooo…..*nada o nya kali ini meninggi*. silakan2…anak2 masuk keruang sebelah aja, bisa gambar2….

kami masuk ke ruang “anak2”, dimana lebih berwujud sebagai ruang “rumpi2” ibu2nya. disana saya melihat perlengkapan pagelaran wayang kulit. wuih….jadi inget papa yang doyan wayangan. pasti senang beliau diajak kesana. anak2 langsung sibuk dengan gunting menggunting kertas manila – membuat wayang sesuka hati. duh, senangnya anak2 ku. adel membuat bentuk wayang stroberi, aiz membuat wayang kuda laut. aidan membuat wayang thomas the tank engine. wayang modern rupanya……

lagi menunggu acara2 yang dari tadi keliatannya boring, kami ikutan leyeh2 diruang anak2 tadi. untung saya bawa cemilan apel. aidan memandang orang2 pengisi acara seliweran sambil makan apel. heran mungkin dia, orang2 yang lewat pake belangkon, ada yang niup2 suling, ada yang pakai baju2 nari bunyi krincing…krincing…., ada yang bawa gendang…
lagi bengong2, tau2 saya melihat sebuah wajah yang familiar. bapake juga mendadak ngomong, eh…kamu inget gak si “T” senior kita? oalah…sejauh ini kami merantau, ditengah2 orang2 yang asing, masih juga ketemu seorang almamater kampus. suami “T” adalah kakak senior si mas pepenk-ku di sma 6. adiknya bintang sinetron. namanya er-ha-es. mereka dulu sohiban jaman sma, tapi ternyata beda nasib. heuheu…
jadilah kami berhaha-hihi….tambah lagi teman2 mereka datang satu2. biasalah….“eh..kenalin nih…temen gue…”. terjadilah pertemanan singkat malam itu. asik juga ketemu saudara setanah air dinegara orang. yang tadinya nggak kenal jadi spt teman lama tak bertemu. saya baru tau, ternyata diruang sebelah panggung ada diorama yg luas. malam itu dipakai untuk ruang prasmanan. ooo…ada makan2 juga toh?
“iya lah sil, kalo enggak gue mana dateng..” kata “T”. heuheuheu..gile.

yang lebih mengejutkan saya, tiba2 sepasang mata memandang saya. yang tadinya kami sama2 berpapasan jadi mendadak berhenti. saya bertemu mantan atasan saya waktu bekerja di Bank B dulu. seorang yang menerima saya bekerja untuk pertama kali dalam karir saya. dulu dia jabatannya cukup tinggi, GM bagian infrastruktur, divisi dimana saya pertama kali bekerja di bb. dia satu2nya orang yang berani memberi saya gaji lebih dari teman2 se-divisi (baru tau pas sudah saling dekat). dia juga orang yang mendorong saya dan 2 teman saya untuk survive dikala divisi kami mengalami perombakan besar, sebagian orang2 “dibuang” ke bagian yang paling nggak enak, maintenance. kami di oper ke bagian business development, dimana banyak menangani proyek2 fisik baru. tidak menyangka saya, boss kami yang sebaik itu sama karyawannya, tidak dianggap berpotensi oleh atasannya. padahal dulunya bapaknya adalah salah satu direktur dan pendiri. tapi begitu si bapake hengkang, situasi berubah. begitu besarnya kah pengaruh katebeletje? entah apa yang terjadi setelah bb berubah nama menjadi bp, tau2 sekarang saya menemukan beliau di toronto….!

wajahnya masih seperti dulu, kebapakkan, perhatian, dan apa adanya. hanya tampak lebih tua karena sudah kepala 5. tapi beliau kelihatan senang. saya terakhir bertemu ketika th 1999, sebelum saya resign dari sana. istri dan anak2nya juga migrasi ke toronto, mencari kehidupan yang lebih baik. beliau skr kerja di sebuah bank lokal. dia kenalkan saya ke istri dan anak2nya, “ini dulu arsitek saya di BB…“. si ibu cuma manggut2….ibu mantan boss ini masih keliatan ayu lho….
pak..plis donk ah…itu cerita lama. sudah 9 tahun saya nganggur gini…..*mmm…di bank yg sekarang ada lowongan gak?* hehehe.

setelah acara selesai, acara makan2. takjub juga saya ribuan orang yang datang begini masih menyajikan makan malam. memang budaya kita begitu ya? tamu adalah raja. harus disajen. banyak juga bule2 yang datang. bahkan mengisi acara bermain kecapi dan suling. gak tau belajar dimana…
suasana ruang prasmanan mengingatkan saya akan acara kawinan di indonesia. antrinya puanjaaaaaang. selip sini selip sana. makanan yang disajikan sederhana, tapi cukup mewah bagi saya. semur lidah, ayam balado, sop kimlo dan kerupuk udang. kami kalap bhow. anak2 saya ambilkan nasi putih, sop dan semur. alhamdulillah mereka suka.

“mami…what kind of meat is this?”, tanya aiz sambil menunjuk2 semur lidah.
“sudah, makan aja….ini sapi…enak disemur”.
dia aduk2 lagi makanannya, sambil mikir.
“mami, please tell me, what’s this?”.
“jangan pilih2 makanan, harus makan semua yang ada. lagian ga usah ribut, kalo enak ya dimakan, kalo enggak ya nggak usah. enak nggak?”

“kind of….”, *masih bertanya2*

setelah kami selesai makan, baru si dadi pengumuman, “aiz mau jawaban? tadi itu lidah sapi”.
“OMAIGAAAAAD! I can’t believe I french-kissed a cow!!!!!…even worst…I ate it!!!”
mami & dadi ketawa ketiwi. coba donk jadi anak indonesia, bisa makan masakan kita yang aneh2. nanti kl pulang ke jkt, kita makan gule otak.
“Omaigaaad…what kind of people are you? I’d rather eat nothing for days…”.
“katanya kamu mau jadi anak pinter…musti makan otak biar otaknya pinter!”…hehehe…si dadi ada2 aja.

tadi malam, kami cukup senang. benar2 sesuai dengan namanya panggung gembira. karena semua wajah terlihat gembira. ketemu saudara sekampung. ketemu temen lama….most of all, makan2 gratis!

agustus0785dscn10670472.jpgagustus0791dscn10730478.jpgagustus0794dscn10760481.jpg

agustus0790dscn10720477.jpgagustus0796dscn10780483.jpg

agustus0799dscn10810486.jpgagustus07100dscn10820487.jpgagustus07103dscn10850490.jpg diparkiran

§ 12 Responses to dunia cuma selebar daun kelor, sayang….

  • mutia says:

    hihi..aidan pasti shock banget dibilang makan lidah sapi..french kiss ama sapi lucu banget mbak, terus makan gule otak ntar kalo mudik bisa2 munmun kali..xiix..seru banget mbak klo mbak bisa ngerasain jg acara 17-an disana,kayak acara kawinan yah.makanannya heboh bianget:) pa kabar mbak moga sehat selalu yah skeluarga:)

  • hihihi… aiz! ntar kalo mudik makan sate kelinci ya, trus sop buntut.. wah enak thu… semoga sehat aja ya

  • ira says:

    hehehe…. kalo dikasih tau duluan pada nggak mo makan ya…

  • momykeiza says:

    senengnya ada temen seperjuangan..aku di sini sendiri😦 ntar pas pulang ke indonesia si aiz suruh cobain goreng paru..yummy.

  • Dhona says:

    Senangnya ada makan-makan gratis, trus ditambah ketemu bos jaman dulu lagi. Ada wayang stoberi toh? Gemes banget ngeliat Adel.

  • mamah ani says:

    wouw rame banget……seru ya kumpul kumpul dirantau ?
    nanti kalau mudik, ada gulai otak, ada kikil, ada goreng paru, babat limpa iso, ceker, kepala ayam, lidah sapi sih di indo termasuk mewah dan mahal…heuheuheuheu

  • Esti says:

    Ngebayangin senangnya ketemu orang Indonesia disana apalagi ketemu teman lama dan mantan bos. Semoga nanti Sili bisa dapat pekerjaan lagi (kalo mau) di Toronto. Ngga di Indonesia maupun di Canada, cari kerja juga perlu networking sama orang dalam. Walaupun bukan jaminan diterima bekerja lho..

  • Since says:

    I can’t believe I french-kissed a cow!!!!!…
    HAHAHAHAHAHAHAHA…. sakit perut gue!!!!!!!!😀

    Aku pake Canon. Kadang pake Powershot S50, kadang pake eos 350D, lensanya sendiri tergantung keperluan.

  • Ryuta says:

    Statement Aiz lucu aja deh..cepet pulang ke Indo ya, biar bisa liat the real Indonesian..apalagi gulai otaknya..wahh yummi deh…

    Seneng donk ya bisa ngumpul sama orang Indo disana.

  • sili says:

    mamah..lidah sapi disini dibuang2 orang, jadi gak ada harganya. otak gak dijual (apalagi torpedo..hiiii), mungkin krn org2 asia nggak makan otak kecuali org indonesia & perancis. paru juga gak pernah nemu tuh. yg dijual paling2 babat, tunjang, usus, hati…..jadi ngomongin jerohan gini…

  • Sherlie says:

    —> “OMAIGAAAAAD! I can’t believe I french-kissed a cow!!!!!…even worst…I ate it!!!”
    HUahahahha… Gelooo!!! Geez… Aiz bener2 gila!! Seru kali ya ngomong ama anak kritis kayak Aiz. Pasti mak ama bapaknya bangga. Happy Independence day!! Salam buat aiz, adel dan aidan :*

  • r3 says:

    Hihihi… kalo gak tau mah doyan ya… tapi emang lidah sapi itu lekker banget… Aku kalo bikin sate padang tetep pake lidah sapi.. my uda doyan… tapi jangan diingetin soal lidah… ya gitu deh.. doyandoyan jijay..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading dunia cuma selebar daun kelor, sayang…. at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: