rumah masa depan

August 14, 2006 § Leave a comment

Di Indonesia, orang2 yang tinggal di apartemen bisa dikategorikan menjadi dua ; orang berduit yang berani hidup mahal atau expatriat. Tapi kalau disini, orang yang tinggal di apartemen justru orang yang belum mampu beli rumah atau belum settled. Hidupnya masih belum jelas mau menetap dimana, atau orang2 yang sering dipindahtugaskan dalam bekerja. Contohnya ya kita ini. Udah dari beberapa tahun yang lalu udah punya rencana beli rumah, supaya kita ngga perlu kehilangan uang untuk sewa apartemen {dimana bayar sewa perbulannya sama mahalnya dengan cicilan rumah}. Tapi buktinya, sampai sekarang masih nomaden saja, udah mirip orang2 Apache jaman baheula..heuheuheu. Sebenernya beli rumah disini prosesnya mudah, asal kita punya pekerjaan tetap dengan pendapatan perbulan kira2 3x harga cicilan rumah dan uang muka paling2 10-20% {malah kadang2 untuk kasus tertentu, boleh tanpa uang muka}. Tapi masalahnya, suamiku itu sering dipindah2 kerjanya. Kebetulan juga kok dia dulu pernah menyatakan bersedia ditugaskan kemana saja asal syaratnya keluarga boleh dibawa. What the heck!

Aku dulu sih seneng2 aja suami dipindah2, malah enak bisa merasakan pernah tinggal dimana2, asal biaya pindah dan tetek bengek dibayarin dan harus naik gaji (hehe..dasar istri mata ijo kalo liat angka banyak).
Tapi belakangan ini aku dah mulai jenuh, pindahan itu repot. Emang serunya, sebelum pindahan kami jual2 barang yang ngga mau dibawa {yang sudah bosan tentunya, bikin garage sale. Biar nanti di tempat yang baru kita ganti suasana baru. Karena ongkos pindahan disini bener2 bikin manusia sakit hati mahalnya, apalagi kalau antar negara bagian. Jadi, biasanya suami minta mentahannya dari perusahaan, trus kita ngga perlu sewa2 movers gede2 karena sebagian besar barang2 dah dilelang. Duit pindahan dan hasil lelang barang lama buat beli isi rumah baru….jadi kesempatan dalam kesempitan ngga cuma berlaku di Indonesia lho….qiqiqiq.

Kejenuhan makin memuncak ketika lihat si teman A udah beli rumah, si B lagi cari2 rumah, si C sudah party2 barbeque-an selametan rumah baru….doh. Apalagi kalau denger anak2ku bilang, “wah..asiknya mereka punya rumah, bisa naruh playground di halaman belakang donk ya…ngga usah pergi2 ke playground di park lagi kayak kita. kalau aku punya rumah, aku mau taruh trampoline yang gede disitu!”. Duh, anakku, siapa yang ngga mau beli rumah. Memang belum ada kesempatan aja. Sabar ya anakku…

Dulu prinsip hidup kita, selagi kita masih muda, pakai pengalaman hidup sebaik2nya. Ambil kesempatan yang ada, kalau udah tua dan anak2 sudah besar2 mana bisa begini lagi. Kalau memang suamiku kerjanya suka dipindah2, mau bilang apa? Malah dalam tahun2 depan kemungkinan kita bisa hijrah ke Canada. Belum tau bakal settled disana atau dikirim balik kesini lagi. Jadi mau beli rumah juga bingung. Takut ditengah jalan tiba2 suami harus di “export” kelain tempat. Lha…trus, emang jual rumah yang masih nyicil gampang? buntut2nya nanti malah rugi nombok. Hah…yasudahlah nasib.

Tapi target aku, dalam 5 tahun kedepan kita harus bisa menetap disatu tempat. Kasihan anak2 kalau harus pindah sekolah terus. Jadi ingat sepupu2 ku dulu di Indonesia, ayahnya pegawai negri perusahaan asuransi negara, sering dipindah2 ke daerah dan mau ngga mau seluruh keluarganya diboyong ikut. Sampai mereka gede2 masih aja suka di “export” ke berbagai kota. Seperti itulah nasib Aiz, Adel & Aidan sekarang. Mereka sih so far masih enjoy2 aja, karena kebetulan anak2ku sangat fleksibel mudah berteman dengan siapa saja. Tapi aku ingat sepupu2ku dulu benar2 ngga suka bapaknya dipindah2. Padahal demi bisa naik jabatan si bapak rela dipindah ke daerah. Kalau tetap di Jakarta? bakalan setak berpuluh2 tahun di posisi dan jabatan yang sama. Kezaaaaaaam!

Bulan November, kami berlima harus pindah cari apartemen baru. Sudah muak sama apartemen yang sekarang. Dulu salah pilih karena belum tau rimba di kota ini. Manajemen kantor apartemen yang sekarang bener2 menyebalkan. Doyan morotin duit customernya. Masak waktu itu aku kelupaan bayar cuma telat sejam, didenda $250. Edaaaaan. Padahal di property2 yang lain ngga pernah begitu, paling2 $25-50 aja {aku blm pernah telat, cuma ngga tau waktu itu lagi kemasukkan setan lupa, bener2 lupa blasss malah asik motongin ayam..pengen aku lempar tuh ayam setelahnya}. Alasan si bitch yang ada di kantor tsb, katanya dulu waktu kita sign kontrak masuk setiap bulannya di diskon $200, plus $50 dollar uang telat jadi $250. Ngaco banged deh. Mengada2 sekali peraturannya. Dasar mata duitan. Gara2 itu juga makanya aku dah muak pengen beli rumah dan pengen settled di satu tempat. Ah….egoisnya aku nggak mikir karir suami!

Semoga, di sini, di Canada atau di mana sekalipun, bisa cepet2 menetap di satu tempat, ngga harus keliling2 lagi. Capek ah.

Menurut falsafah Djawa….mangan ora mangan seng penting kumpuuuuuuul! ‘Tul nggaaaaak????

Cerita Minggu : kita seharian ke Ikea di Frisco. Rencananya cuma mau mengembalikan karpet yang kita beli 2 bulan yang lalu. Bon nya juga entah dimana, untungnya mereka mau terima tapi kita dikembalikan dalam bentuk store credit (gift card). Alasannya dikembalikan ; bulunya brodol ngotorin rumah…ngeselin deh. Padahal kita beli yang kualitet bagus katanya made in Pakistan. Coraknya bagus dan cocok banged buat ruang TV bawah. Abis kembaliin barang malah jalan2 dan makan siang segala disana. Emang dasar pasangan doyan ngedekor rumah, paling betah kalo killing time ke Ikea. Kita naksir bed frame yang dari wrought iron {kayaknya cuma menyerupai, bukan wrought iron beneran}, harganya turun drastis dari th lalu. Udah ngincer nih kalo pindahan mau beli yg ukuran queen. Yang sekarang ukurannya king size, bikin kamar jadi sempit. Lagian anak2 dah gede dah pada bobo sendiri2. Walaupun kita pasangan bomber size, tetep aja kegedean……kalu agak kecilan kan bisa rapet2 bobonya….heuheuheu….(muka malu2 kuciang).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading rumah masa depan at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: