TV dan anak

July 13, 2006 § Leave a comment

Baru baca beberapa artikel tentang TV dan anak. Kebetulan juga pas mereka check up ke dokter bbrp waktu yang lalu, dikasih flyer atau selebaran tentang seputar TV.
Kaget juga begitu membaca, ternyata anak2 tidak seharusnya nonton TV lebih dari 2 jam sehari.

Menurut penelitian American Academy of Pediatric (AAP), terbukti bahwa anak2 yang biasa nonton TV lebih dari 4 jam sehari cenderung obesitas, karena anak2 umumnya cenderung ngemil/snacking kalau nonton TV. Lah, kalau kasus kayak aku gini gimana donk. Kalau ngga ada TV mana bisa aku ngurus segudang urusan rumah? Ngga juga aku memperbolehkan anak2 nonton TV seharian, tetap harus diselingi dengan exercise (lompat2 trampolin), main game (aku sengaja menyediakan berbagai macam game board & exercise seperti hullabalu, bumperina by cranium, monopoli, checkers, twister, bingo, dll). Tapi…TV kurang dari 2 jam sehari? sangat ngga mungkin. Apalagi summer begini sekolah libur, walaupun punya segudang les macem2 tetep aja paling sehari cuma 1-2 jam aja kan. Sisanya ngapain lagi kalo ngga nonton TV? Panas2 gini kan enakkan ngayem dirumah.
Tapi aku untungnya memang ngga membiasakan anak2ku snacking junk food, karena riwayat keluarga kakek dari bapaknya yang emang sudah secara genetikanya bulat gedhe, jadi takut mau memanjakan anak dengan makanan2 junks. Selain itu mereka keluarga tsb entah kenapa sangat akrab dengan penyakit jantung. Opa almarhum juga meninggal gara2 sakit jantung di usia yg relatif muda. Jadi itu juga yg membuat anak2 ku gak overweight. Kalo dibiarin nyenack mungkin bisa jadi bulat. Pesan mertuaku, jangan masak masakan pake santan, sekali2 boleh tapi jangan sering2. Karena mungkin trauma dengan kematian almarhum. Boro2 masak santan2, masak biasa aja males minta maap…palagi yg pake santan2, duh, mikir harus ngaduk2 nya itu lho….ogah.

Hal lain yang mengkhawatirkan adalah TV bisa membuat anak cenderung takut sama dunia luar, karena banyak berita2 yang mengerikan seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan kejahatan2 lain yang banyak diberitakan di news.
Emang sih, belakangan banyak banget berita penculikan anak (amber alert). Banyak orang2 psycho yang makin menjadi2 dan makin berani melakukan tindakan yang mengerikan. Kalo punya anak perempuan, emang lebih deg2an karena sasaran mereka kebanyakan anak perempuan. Ngga pandang umur, malah sering juga anak2 teenager yang jadi korban. Para psycho tersebut, banyak yang mengaku karena trauma perlakuan kekasaran orang tua. Orang sini kan sudah akrab dengan istilah kawin-cerai. Asal ga cocok sedikit trus cerai. Baru sebulan cerai tau2 dah ada suami/istri baru. Anaknya suruh nutup mata. Setuju ato tidak, harus menerima. Kalo enggak mau tinggal sama siapa? Di Indonesia, nenek & kakek masih pegang peranan. Malah kadang2 tante & om nya tidak keberatan ngurus ponakan. Disini mana ada. Nenek & kakeknya lebih suka menikmati masa pensiun dengan “nyepi” dan meditasi. Uang pensiun disini gedhe bhooo..cukup buat plesiran sesuka hati.
Ih, pokoknya, kalo baca/denger berita sering2, bisa bikin setress bho. makanya aku jarang liat berita. Palagi berita2 yang ngeri2. Paling baca berita gossip artis..kekekek..
Makanya, aku kalopun liat berita, harus jauh dari anak2. Kelihatannya anak2 cuek, tapi sangat pemerhati. Mereka itu seperti komputer, punya kapasitas memori yang tinggi.

Yang ketiga adalah iklan. Ni dia nih yang bikin kantong bapaknya garing. Kita maklum kalau TV ngga bisa hidup tanpa iklan. Makanya siaran cable yang tanpa iklan seperti HBO bayarnya mahal. Kata AAP, anak dibawah 8 tahun cenderung belum menyadari bahwa iklan itu hanya semata2 menjual produk. Namanya pedagang, mereka pasti cuma mikir gimana caranya barang dagangannya laku. Seringkali mereka berani membayar mahal untuk membeli nama tokoh kartun yang lagi heboh saat itu, supaya anak2 lebih gencar lagi merengek2 ortunya. Sadis ya. Membatasi nonton TV juga bisa mengurangi wawasan anak2 terhadap iklan, yang untung kan kita2 juga…ya ngga.
Tapi so far, alhamdulillah banged anak2ku ngga gila iklan. Entah mereka tau mami-dadi nya strik buat urusan beli membeli barang tak berguna, atau emang memahami kalau itu semua hanya bualan belaka. Kalau Aiz sih dah ngerti banget. Aku sering mendampingi dia nonton TV, kadang2 nontonnya cuma sebentar, seribu pertanyaan keluar dari mulutnya. Pusing deh, anak seumur gini dah mulai banyak pengen tau yg aneh2. Aku kasih penjelasan bahwa iklan itu kadang2 cuma janji2 surga. Padahal aslinya neraka. hihihi. Jadi jangan kemakan omongan indahnya jingle iklan, belum tentu produknya memuaskan. Udah ngerti dia sekarang. Sekalipun gak pernah minta2 barang iklan. Ada anak temenku baru 3 tahun, tapi sukanya morotin bapaknya. Tiap bapaknya pulang kerja, harus bawa sesuatu yang dia liat di TV. Kalo enggak dia bisa ngamuk semalaman. Yang pusing bapak-ibunya juga. Untung anak2ku ngga begitu. Bener2 anugerah buat aku dikasih Tuhan anak2 yang nurut & ngga neko2. Padahal mboknya dulu tukang morotin bapaknya juga….skr baru nyadar kenapa dulu papa suka bete, sebel kalo direngek2 minta sesuatu.

Dari semuanya, saran2 mereka yang bisa aku simpulkan adalah sbb :

-Buat kamar anak penuh dengan sarana2 lain selain TV & game, seperti buku2 bacaan, puzzle, permainan2 lain yang mendidik.
– Jangan biarkan anak punya TV dikamarnya. Kalaupun ada, dampingi mereka waktu menonton.
– Matikan TV sewaktu makan
– Jangan biarkan anak nonton TV sambil buat PR/kerjaan sekolah.
– Jadikan TV sebagai bonus kalau anak kita mengerjakan sesuatu yg baik, boleh nonton TV kalau semua kewajiban selesai (PR dari sekolah atau pekerjaan rumah lainnya).

Asli dari saran2 diatas, semuanya berhasil dilanggar kecuali yang terakhir, emang aku wanti2 berat kalo blm ngerjain PR & beresin kamar, ga boleh nonton. Tapi yang lain susyeeee lha yaw. TV kan kadang2 membantu orang tua dalam mengajar anak juga. Palagi anak2 juga seneng nonton animal planet & food TV.

what the heck!

narasumber : Mary L. Gavin, MD – Nanette Foglia Crow, MD (DSA nya anak2ku)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading TV dan anak at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: