impian seorang teman

June 27, 2006 § 1 Comment

Adalah teman kami yang kenalnya secara tak sengaja melamar pekerjaan ketempat suamiku bekerja. Semula suamiku tidak tahu kalau beliau orang Indonesia, karena beliau masih memakai nama aslinya Fen Tjiek Liauw. Setelah beberapa lama berbicara dengan beliau, suamiku akhirnya menyadari bahwa gaya berbicara si Lio (kita memanggilnya dg si lio) dalam bahasa Inggris lama2 menyerupai gaya bicara bapak2 konjen RI di sini yang banyakkan medhok jawanya drpd medhok bulenya. Penasaran, suamiku nanya, “Sampeyan orang jawa ya?”. Si Lio kaget. Langsung berdua ngakak sampai nangis. Ngapain selama ini susah2 pake bhs Inggris, padahal sesama org Indo. kekekek.
Ternyata, memang si Lio nih paling males ngaku2 orang Indonesia, karena emang banyak orang Indo yang sok jual mahal ga mau negur satu sama lain kalo ketemuan dijalan. Kebetulan si Lio lahir di San Francisco tapi besar di Surabaya, jadi tidak perlu memakai surat ganti nama seperti warga2 keturunan cina di Indonesia.

Memang dulu jaman orde baru, peraturan di Indonesia kok ada2 aja sih, semua serba pemaksaan. Rakyat nda boleh punya suara. Teriak sedikit, langsung lenyap tanpa bekas. Padahal orang2 keturunan tersebut yang membuat perekonomian kita maju, jiwa bekerja mereka gigih. Tapi kenyataannya, malah dijadikan sumber kambing hitam. Mentang2 mereka pekerja keras & bukan pribumi, lantas dengan semena2 ditelanjangi. Dipaksakan kehendak harus berjiwa pribumi, harus ini harus itu…ya termasuk harus pakai ganti nama Indonesia segala. Kalau nggak……
Udah jelas2 jiwa pribumi tuh lembek. Sementara orang cina gigih & tekun. Palagi sebagian besar pemerintahan dipegang oleh wong jowo. Aku sendiri merasakan jadi anak wong jowo, dididik dengan sifat yg klemar klemer. Banyakkan pasrahnya. Bagus kalau buat orang yang memang dari sononya udah sugih (kaya), turunan raja ato sultan, nda perlu kerja banting tulang cari hidup. Tapi kalo buat org2 yang lahir dari keluarga susah, duh….mo sugih tuh perjuangannya banyak & harus siap hidup makan asam garam………once again, semua tergantung yg diatas sana sih. Manusia cuma boleh berharap.

Balik lagi ke si Lio, seluruh kru di perusahaan YB tersebut yang rata2 keturunan Russia, sangat kesulitan memanggil belio dengan nama Fenciek atau Lio, akhirnya mereka menyebutnya dengan “Cino”, karena memang satu2nya personil bermuka oriental ditempat tsb.
Si Lio ini benar2 pekerja keras. Semua keuangan dihitung dengan rapi & cermat. Suamiku juga banyak belajar kehidupan dari beliau. Dia masih jomblo, diumur yang bbrp tahun lebih tua dari suamiku termasuk jomblo tertua yang ada di kantor. Sifatnya yang agak “picky” dalam memilih pacar juga mungkin membuat cewek2 kasih lampu merah untuk jadi pacarnya apalagi calon istri. Dia suka berpetualang, pernah tinggal di semua negara di asia hanya untuk mencoba mengadu nasib disana. Dia banyak belajar bisnis dari buku, dan dari pengalamannya sendiri. Keluarga ortunya masih ada yang tinggal di hongkong, taiwan & daratan Cina, sehingga dia dengan gampangnya berpindah2 mumpung tinggal gratis. Bahasa mandarin & cantonnya yang fasih banged membuat dia ngga mungkin ilang kalau kesasar di pelosok daratan cina.
Pengalaman pahitnya berbisnis tidak mematahkan beliau untuk terus mencoba. Selagi di Dallas, dia pernah mencoba nyambi-nyambi bikin usaha cleaning service…sendirian tanpa partner. Sebagian uang tabungannya dipakai sebagai modal yang tentusaja tidak sedikit. Bisnis itu gagal. Habis semua modal dan usahanya sia2. Tapi baginya, itu bukan sia2…tapi pelajaran yang berharga. Salud banget deh. Beliau bilang, namanya bisnis, ya antara untung sama rugi. Kalo untung sukur, rugi ya ngga boleh patah semangat. ckckck…..

Semangat hidupnya membuat kami berdua menjadi terpacu untuk lebih gigih dalam mengisi hidup. Aku kagum, seorang pria jomblo macam dia sudah terbiasa hidup dengan segala perhitungan yang matang. Sampai pengeluaran sekecil2nya yang dalam jumlah sen pun dia hitung dan di kalkulasi sebagai pengeluaran tahunan. Sehingga dia harus bisa membuat pemasukkan yang sekian kali lipat jumlahnya. Berkali2 dia ngajak aku bisnis kecil2an, tapi aku bukan apa2….aku nih sangat awam di dunia bisnis. Masih belum bisa memenej keuangan dan pembukuan. Bukan orang akuntansi. Musti banyak belajar dulu. Bukannya nda percaya sama temen, tapi aku kepingin juga kan mengerti urusan beginian sebelum gegabah terjun kedunia yang aku ngga ngerti.

Enam bulan yang lalu si Lio memutuskan untuk pulang ke Surabaya. “Mo nyari calon bini”, katanya. “Kalo guwe dapet bini bule, kepala guwe bisa dipenggal sama bonyok!”.
Selama beliau pergi, kami merasa juga kehilangan seorang teman yang kami anggap saudara sendiri selama disini. Sering makan dirumah juga kalau pulang kerja. Sering main sama anak2ku. Sering juga kami pergi makan di luar bareng.

Setiap ada berita dari Surabaya, beliau langsung ngimel kami. Sering juga mengirimkan foto2. Kabar terakhir, dia mengirimkan sebuah desain mobil usaha yang dalam waktu dekat akan dia pakai untuk juwalan martabak. Jiwa bisnisnya mengalahkan segalanya. Semua tawaran kerja di kantor dengan gaji yang cukup memadai ditolak semua. “Impian guwe selama ini cuma bisnis sendiri sih, ngga ada yang nyetir guwe. Kerja sama orang bikin stress, karena guwe butuh modal aja guwe terpaksa kerja. Semua jenis bisnis, asal ditekuni lama2 kan bisa bikin kita jadi konglomerat…hehehe”. Aku selalu ingat kata2 beliau yang seringkali diucapkan.

Aku dan suami banyak belajar menjadi orang yang “smart” dalam keuangan. Smart bukan pelit. Kerja kerasnya juga jadi pemicu aku, suatu hari aku harus bangkit untuk bisa maju. Tidak melulu ngurus anak & jadi upik abu gini. Kerja kantoran kurang fleksibel dalam segi waktu, apalagi aku tinggal disini. Aku harus lebih banyak belajar tentang bisnis dulu nih……..Cukup suami aja lah yg berkarir, demi mendapat benefit & embel2nya. Aku dah nda semangat mau mulai karir dari bawah, bukan apa2, mungkin dah kalah sama generasi2 mudanya lah ya.

Buat bloggers yang tinggal di Surabaya, suatu hari pasti liat mobil ini berkeliaran dijalan2. Langsung aja tembak…”Sampeyan si Lio ya…yang temennya Fengky & Sili?”.
Pasti dapet diskon! hehehe….

sketsa desain mobil usaha si Lio

modal mobil VW combi yang dibeli 25 jt, dipermak dibengkel abal2 dengan biaya 13 jt.

wajah mobil usaha martabak si Lio yang hampir jadi, mengingatkan akan film Meteor Garden 2 yah?

interior dalamnya

profil mobil usaha dr sisi lain. itu bukan si Lio lho, kayaknya mas2 bengkelnya. hihihi.

Advertisements

§ One Response to impian seorang teman

  • wawan says:

    taon 2007 sampai 2010 untuk yg kedua kali saya tinggal d surabaya, tiap pagi kira kira jam 9 VW ini mesti lewat jalan dimana saya mangkal ( waktu itu saya jualan es tebu d jl.mulyorejo utara ).
    lang ling long punya beberapa armada, yang saya tau, ada satu mangkal dekat rs tambak rejo daerah kapasan, dekat tempat kos saya, tapi sampai sekarang belum pernah beli heheheheehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading impian seorang teman at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: