summer06 road trip #2

June 23, 2006 § Leave a comment

Lanjutan road trip #1 nih.

Hari Rabu, 21 Juni 2006 kami bertolak dari Wichita pagi hari jam 7, sampai di Oklahoma City (OKC) kira2 jam 10. Kali ini aku mendapat “tugas” nyetir karena kalo siang2 aku bisa nyetir tanpa kacamata.
Di perbatasan Oklahoma-Kansas tadi, aku dah minta brosur & buku “guide to OKC”. Jadi kita bisa liat tempat2 mana aja yg bisa kita kunjungi tanpa harus celingak celinguk tanya sana sini.
Awalnya, aku kepingin ngajak anak2 ke Zoo, pasti pada seneng. Tapi berhubung puanas nya bak neraka, kita mengurungkan niat. Toh dimana2 kebun binatang sama isinya itu2 aja. Yasutralah.

Masuk ke downtown OKC nda begitu susah. Kotanya cukup informatif buat turis. Rencananya, pagi itu kita ke Bricktown. Dimana terdapat bangunan2 kuno yg pantes aja dinamakan bricktown, krn semuanya berdindin batu bata. Gedung2 tua tsb sekarang jadi tempat hangout, kelihatannya kalau malam penuh gemerlap para muda mudi yg doyan dugem. Dibawah sana, terdapat canal yang sangat mirip dengan Riverwalk di San Antonio, cuma bedanya di Bricktown agak garing, bukan kota turis sih.
Di canal, ada watertaxi yg kalo mau kita bisa jalan2 keliling bricktown melewati canal. Wah, pingin sih, tapi panasnya garing bhow….udah mentok nih warna kulitku, mau keling seperti apalagi? Lagian, kalau cuaca panas gini, anak2 biasanya gampang bete. Dikit2 cari masalah, bawaannya mau ngambeg aja.

Akhirnya kita cuma foto2 aja didepan toko2 & bar2 yg tutup. Lumayan bagus sih, lanscaping nya tertata baik. Kebersihannya juga diperhatikan.
Nda lama kita mampir ke Bricktown, karena Aidan bawaannya mau ke canal aja….disangkanya kolam renang kali. Ngeri banged ah. Kalo nyemplung kan jadi kerjaan. Siang2 basah kuyub gara2 nyelametin anak kecemplung!
Akhirnya kita cepet2 hengkang ke parkiran. Lajut lagi ke Oklahoma City National Memorial. Tempat dimana Federal Building pernah di bom sampe kolaps tanggal 19 April 1995. Banyak menyebabkan korban jiwa dan ribuan orang luka2.

Sebenarnya, jarak dari Bricktown ke OKC Nat’l Memorial gak jauh. Masih tetanggaan juga, sama2 di daerah downtown. Cuma, kita mengacu pada peta edisi lama, sehingga sedikit nyasar berhubung banyak jalan yg satu arah. Jadi inget Bandung dulu, hobi bgt nyasar di Bandung krn banyak jalan satu arah. Kekekek. Karena sehabis di bom, ada satu jalan yang khusus dijadikan bagian dari OKC National Memorial. Jadi agak membingungkan, kok tiba2 ketemu jalan buntu…padahal justru buntunya itulah lokasinya. Dasar gebleg.

Sesampai disana & dapet parkir mobil meteran (karena lbh ngirit). Kami turun dan menuju ke memorial park nya. Duh, panasnya gileeee…..mana strollernya Aidan berada nun jauh dibawah kopor2 & segunung bawaan dari Wichita. Mau ngambil aja males, kalo isi bagasi tumpah keluar, siapa yg mau bertanggungjawab? Belum lagi tengsinnya…hihihi.
Yasuwlah, si Aidan suruh jalan kaki. Betapa senangnya dia. Bebas lepas tanpa pengikat. Seperti dogi yg dilepas sama tuannya, seneng lari2 dengan liar tanpa tujuan. Tinggal aku yg terpaksa berolahraga di siang2 bolong demi mengikutinya.

Menginjakkan kaki di lokasi, kami “disambut” oleh pemandangan yg unik tapi mengharukan. Disana terdapat “memory wall” yang penuh dengan pernak pernik barang milik korban yang meninggal akibat bom disana. Terbuat dari kawat ayam setinggi kira-kira 2 meter. Menurut keterangan, bukan hanya untuk korban pemboman di lokasi tersebut, tapi ada juga yg sengaja menaruh barang2 milik korban peristiwa nine-eleven 2001 di NYC. Siapa saja boleh berbagi duka di dinding tsb. Teman, saudara, keluarga, sukarelawan, siapa saja.
Aiz kelihatan sangat terharu melihatnya. Menghayati satu persatu dengan muka sedih. Anakku yg satu itu memang mellow sekali, gampang banged terharu biru. Apalagi yg berhubungan dengan kematian tragis, ditambah lagi korbannya bukan saja orang2 yg bekerja di gedung tsb, tapi banyak juga anak2 balita yg waktu kejadian sedang dititipkan didalam sebuah daycare di salah satu bagian gedung. Mengenaskan ya.

Didalamnya, sisa2 reruntuhan gedungnya sudah rata tanah. Malah dijadikan Memorial Park. Wah, kerjaan kita tuh dulu ikutan lomba bikin desain taman kota atau tempat2 bersejarah macam ini. Hiks. Jadi pengen mengasah lagi…..someday. Lebih asik ketimbang bikin desain bangunan thok. Ngga nyeni menurutku. Lagian, aku dulu ambil jurusan lingkungan arsitektural, banyak kearah penataan kota & planologi. Kapan ya bisa kembali ke bangku sekolah, sedikit membekali otak yg sudah tumpul. Mungkin 3-4 tahun lagi dikala Aidan sudah fulltime student di kindergarten….iiiih….keburu tuwir?

Tepat di lokasi bekas pemboman nya, terdapat 168 buah kursi yg mewakili jumlah korban yg meninggal. Lokasi letak kursi2 tersebut juga disesuaikan dengan lokasi kematian korban. Karena gedungnya berlantai 9, disana dibuat 9 baris kursi. Satu baris mewakili satu lantai. Sehingga kita pengunjung bisa tahu, lantai satu ada berapa korban, dst.
Bangku yang besar itu mewakili orang dewasa, bangku yg kecil mewakili anak2. Sedangkan bangku yang berjauhan disebelah kiri, mewakili orang2 di sekitar gedung yang juga menjadi korban. Cukup unik desainnya.

Di ujung kanan dan kiri bekas lokasi gedung, dibuat dua gate yang mewakili waktu
kejadian. “Sebelum dan sesudah”. Di gate yg kiri, tertulis 9:01, dan yang satunya 9:03. Ditengah2 gate tersebut dibuat kolam cetek kira2 setinggi 2 cm dalamnya dan sengaja dibuat air supaya bergemericik disana. Artinya, antara pukul 9:01 dan 9:03, ada kejadian dimana bom yg berasal dari truk sewaan seseorang tak beradab menghancurkan semuanya. Menghancurkan masa depan orang2 yg ditinggalkan oleh korban. Benar2 mengenaskan. Air yg bergemericik menandakan luka yg dalam yg tidak pernah berhenti menangis. Disebelahnya, terdapat “surviving tree”. Satu2nya pohon tua yg sudah berpuluh2 tahun umurnya, yg menjadi saksi atas kejadian tersebut. Masih kokoh berdiri dengan gagahnya disana. Allahuakbar.

Kami jalan menyusuri jalan setapak melewati pohon bersejarah tersebut dan menuju ke arah Children Spot. Semua karya anak2 seluruh dunia yg dikirimkan ke keluarga korban demi menyampaikan rasa simpati mereka, terpampang dan diabadikan disana. Dibuat sedemikian rupa dan diabadikan ke dinding porselen sehingga terlihat cantik dan menarik untuk difoto. Di bawahnya, terdapat lantai blackboard yg sengaja dibuat untuk ajang corat coret anak2. Dengan menggunakan kapur tulis yg tersedia, Aiz, Adele & Aidan udah pasti gak sabaran buat corat coret. “Alifa, Adele & Aidan were here!”.


dadi & kids didepan dinding kesaksian

Sebenarnya, diibelakangnya masih ada museum yg pastinya menyimpan lebih banyak cerita dan diorama. Tapi kita udah kecapekan & kayaknya it’s time to be on the road again. Perjalanan ke Dallas masih setengahnya. Masih harus nyetir 3 jam lagee. Belum lagi mampir2nya. Rencana sampe Dallas sebelum jam org pulang kerja harus terlaksana. Paling males soalnya kalo harus bermacet2 ria, ngabisin bensin dan tenaga.

“idan ngga mau pulaaaaaang!“. saat inilah yg paling menyebalkan. berantem dulu kalo mau pergi.

Keluar dari parkiran mau menuju ke highway 235 N aja pake berantem. Gara2 pilot gak percaya sama navigator nya. Akhirnya jadi muter2 downtown ngga karuan. Tau sendiri, downtown disaat hari kerja kan penuh dan busy, banyak pula orang lalu lalang minta belas kasihan para pengendara mobil saat nyebrang, mentang2 kita disisi yg kuat jadi harus mengalah sama pejalan kaki. Padahal, kita ni kesasar bhow. Harusnya mereka yg kasih tau jalan……malah bikin darah mendidih krn harus antre.
Setengah jam sendiri buat ngider2 jalan antah berantah, akhirnya sampe juga ke intersection highway 235. Sebelnya kalo masuk kota besar disini tanpa guide, seringkali nyasar di downtown, padahal mungkin ada jalan pintas. Cuma dasar begok maklum turis.

Dari 235 lanjut ke I-35 S menuju Dallas. Lagi2 aku dapet giliran nyetir. Kalo di highway sih okeh2 aja, asal ngga masuk ke kota. Pusying.
Di perbatasan state Oklahoma & Texas, ada outlet mall gedhe banged, di kota yg namanya Gainsville. Salah siapa suruh manajer keuangan nyetir, hasilnya jadi belok ke tempat shopping dulu. Si Dadi cuma cengar cengir ajah. Cuma mampir ke 2 toko ; Gap & Reebok. Yg lainnya males ah, produknya itu2 aja. Lagian puanas makin menggila. Ngga tahan juga.

Dari Gainsville, cuma ngga sampe sejam ke Dallas. Mudah2an jalanan belum macet. Biar ngga capek otak, pengen buru2 sampe rumah dan istirohat.
Baru ingat kalo di kulkas kosong ngga punya bahan makanan. Susu & telor yg paling penting. Ah..aku lupa kalo ada abon & kering kentang pemberian Lia, oleh2 mamanya dari Jakarta berlimpah jadi aku dapat kebagian jatahnya. Asyik. Ngga perlu masak paling2 cuma bikin nasi aja. Nanti malam setelah semua beres, baru kita belanja ke supermarket. Lagian, di lemari masih ada bahan2 bikin spaghetti kok. Untung aku masih simpan sisa Pediasure di lemari. Bekas jaman Aidan sakit dulu. Lumayan buat susu dia malam ini.

Duh….tapi……siapa yg mau unload barang2 segunung di bagasi? alamaaaak….kerjaan masih setumpuk donk!!


sebelum cabut dari memorial park

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading summer06 road trip #2 at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: