Anak kidal : anak spesial?

May 25, 2006 § 2 Comments

“Gagap dapat berkembang bila anak-anak yang kidal dipaksa untuk menggunakan tangan kanan dalam melakukan aktivitas tertentu, seperti menulis atau makan. Pemaksaan tersebut akan berpengaruh terhadap konflik emosional dan anak menjadi tertekan. Efek emosi yang tertekan pada anak tertentu akan tertuju pada gangguan bicara”.

Cuplikan yang aku baca dari Konsultasi di Kompas Minggu, 9 Mei 2004 yang baru bbrp hari yang lalu aku temukan, sangat menggugahku untuk tidak lagi mengusik2 anakku Adel untuk mengikuti kata neneknya, yaitu membiasakan dia untuk menggunakan tangan kanannya sejak dini. Dari tiga anakku, memang Adel si anak tengah tergolong paling beda dengan saudara2nya.

Dari sifat, dia paling keras kepala (niru siapa ya…yg jelas ngga ada yg ngaku!), kemauannya harus dituruti. Tapi untungnya dia mempunyai kepribadian yang lemah lembut, penyayang dan perhatian sama orang disekitarnya. Sehingga sifat keras kepalanya agak tertutupi oleh sifat2 tsb. Kalau ke toko, dia juga ngga pernah merengek2 minta dibelikan sesuatu, well….jarang sekali. Sesekali sih pernah, tapi tidak menjadi beban buat kami. Karena masih bisa dihitung dengan hitungan jari.

Dari keadaan fisik, dia punya kulit paling putih. Mamaku putih bersih, tapi si papah hitam legam. Jadi anaknya ya zebra..hehe..ngga ding, aku nih tergolong berkulit eksotik (ngga mau dibilang gelap). Hubby tergolong pria berkulit terang. Putih sih engga, tapi buat ukuran cowok termasuk terang. Keluarganya juga agak terang, tapi tidak putih seperti Adel (sekarang kulitnya agak terbakar matahari, sedikit menggelap).

Waktu Adel berumur setahun, kalau aku jalan sama dia, pasti orang2 menyangka bahwa dia bukan anakku. Dari ujung kepala sampe ujung kaki, ngga ada sedikitpun punya karakter fisik dari aku. Rambutnya, tebal & keriting. Warnanya hitam pekat spt di cat. Kulitnya, putih. Bentuk mukanya lebar, udah pasti diambil dari keluarga misoa. Bibirnya, merah keriting (duh…apa ya? susah ngejelasinnya, tapi maksudnya merah spt pake lipstik, dan berbentuk curvy spt bibir dadi nya…jd bukan dari aku bgt!).

Yang ngeselin, kalau orang2 yang rata2 manula bertanya sama aku kalau pas ketemu di jalan (biasanya yg iseng & perhatian ke anak kecil adalah manula), “Oh…what an adorable baby, is she yours?”. Dengan senyum kecut aku mengiyakan. Begitu lihat bapaknya dateng, langsung ketawa dia, “Oooo….I see, you must be her Daddy, ha?” sambil ketawa & ngeloyor pergi. Hal ini ngga cuma sekali dua kali aku dengar, tapi sering & hampir setiap kita ke public facility selalu ada yg komentar ttg Adel.
Si Dadi selalu menghibur, “Tenang aja Mih.., si Adel ada miripnya sama kamu kok : idung peseknya!”.
*Semprul*

Dari segi penyakit, dia punya kelainan dalam sel darahnya. Baca : Hemoglobinopathis pada Adel.

Terakhir, dia satu2nya anak kidal di keluarga besar kami. Setahuku, dari sekian banyak keluarga suami atopun keluargaku, ngga pernah ada yang kidal. Dulu, aku pikir karena anak kecil, masih belum ada respon terhadap kepekaan syaraf. Aku cuek aja. Aku coba dengan memberikan sesuatu kepadanya, seringnya dia menggunakan tangan kiri. Kadang suka juga pakai tangan kanan. Makanya, aku dulu berpikir kalau suatu hari bakal berubah sendiri. Tapi buktinya, dari tahun ke tahun, aku perhatikan dia makin menjadi kidal. Bukan hanya respon terhadap sesuatu, dibawah sadar pun dia selalu memakai tangan kiri. Aku coba pancing dia supaya menggunakan tangan kanan, tapi gagal terus. Kalau menggambar, dia lebih suka menggunakan tangan kiri. Aku paksa supaya pindah ke kanan, malah dia nangis.

Lebih parah lagi, makan pun dia harus menggunakan tangan kiri. “Ini sih harus ditindaklanjuti, ngga bisa begini terus”, pikir ku. Bagaimana nanti kalau pulang ke Indonesia, tetep aja sopan santun harus diutamakan. Pamali kalau memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kiri, apalagi makan.

Suatu hari aku ikat tangan kirinya dengan menggunakan saputangan ke kursi makannya pada saat kami makan malam. Dia nangis sejadi2nya. Aku bilang, “Adel harus pakai tangan kanan kalau makan….tangan ini buat pipis & pupup, ngga boleh buat makan”. Eh…tambah ngamuk.
Wah…aku menyerah deh. Si Dadinya sih senyam senyum aja. Dia menyerahkan segalanya ke aku. Dasar laki2….

Aku sempat konsultasi sama Dokternya. Tapi namanya juga di Amerika, kasus spt ini tentu saja dianggap common & normal2 aja. Malah blio bilang bahwa itu sudah koslet di otaknya sana, ngga bisa dibenerin nanti malah jadi depresi. Ketika mamaku kesini th 2004, dia wanti2 aku supaya terus dibiasakan dia makan pakai tangan “manis”. Ya ampuuuuun….tambah pusying Momi.

Belakangan, di usianya yang ke 4, aku banyak baca mengenai artikel tentang “left handed” kids. Dan aku baru bisa 100% membuka mata. Bahwa kidal itu tidak bisa dipaksakan. Bisa mengakibatkan gangguan psikologis salah satunya bisa berakibat gagap.

Sebenarnya, kidal itu terjadi karena apa sih? Menurut kesimpulanku dari sebuah sumber, kidal terjadi karena otak sebelah kanan dari seseorang lebih berkembang ketimbang otak sebelah kirinya. Padahal, untuk 70% manusia di dunia, otak sebelah kirinya yang lebih berkembang, sehingga bagian tubuh sebelah kanan lebih “luwes” ketimbang yang kiri. Baru tau juga kenapa Adel terlambat ngomong, karena yg bertugas untuk urusan bahasa & komunikasi adalah otak sebelah kiri. Otak sebelah kanan, lebih kearah ke sesuatu yang ilmiah. Makanya kalo kata pakar2, orang kidal biasanya pintar dan kreatif (*amin.., mudah2an bener*).

Sebenarnya, dilingkunganku, aku banyak mempunyai teman2 yang kidal. Teman kuliah ku di jurusan Arsitektur dulu ada yang khusus memesan mesin gambar Mutoh dari Jepang (pabriknya) khusus untuk org kidal, dengan harga yg 2x lipat mahalnya.
Teman gossip ku disini yg juga kidal, pernah cerita ttg pengalamannya semasa kecil, dimana guru disekolahnya sering memarahi karena dia pakai tangan kiri, bahkan sesekali memperingatinya dengan memukul pakai tongkat papan tulis, katanya ngga sopan!. Sadis euy. Kalau itu terjadi pada anakku, bisa2 bapaknya naik darah tuh….gurunya bisa kena bogem si Dadi, ato disuruh duduk di kursi listrik baru di bogem…wakakakak….

Ya…masih syukur alhamdulillah, Adel ku diberikan sehat walafiat dan pintar. Walaupun lain sendiri, tapi banyak punya kelebihan2 yang tidak dimiliki oleh adik & kakaknya.

§ 2 Responses to Anak kidal : anak spesial?

  • arenita says:

    Sill, si ake juga rada2 left handed deh. tapi gak sengotot adel gitu dan masih bisa diarahkan utk pake tangan kanan. Cuma setelah gue perhatiin dia suka gagap2 gitu kalo ngomong.
    misalnya “a a aku tadi disekolah ….” , “ke ke napa ….”

    masak gara2 dipaksain pake tangan kanan siy ????

  • Desti says:

    anakku juga left handed umurnya 5 tahun, dari kecil sudah terlihat aku atau suami ngajarin tangan kanannya ya santai aja, memang terkadang rada malu kalo salaman anakku harus 2 kali bersalaman yang kadang lupa kadang bener, kalau orang yang mengerti gak masalah, tapi ada juga dikiranya orang tuanya gak ngajarin, padahal mereka gak tau pengorbanan kita mengarahkan, awalnya memang risih tapi aku cari tau informasi baca dibuku, internet, dll efek dari memaksakan jadi aku stop untuk menyuruh anakku menggunakan tangan kanan, jadi nikmatin aja deh,lagipula si kecil gak pengaruh disekolahnya, anakku anak yang super aktif dan allhamdulilah pintar, jadi bersyukur aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Anak kidal : anak spesial? at My Life Abroad.

meta

%d bloggers like this: