tiket american idol

May 30, 2006 § Leave a comment

Gila, edan…bener2 freakin’ unbelievable!

Tiket concert American Idol tour 2006 sudah ludes..des..des. Padahal jadwal konser di Grand Prairie (masih Dallas metroplex) TX itu tanggal 7-8 september 2006. Tiket OL dibuka 25 Mei 2006 jam 10.00 am. Dipantengin tepat jam 10, begitu “teng”….langsung order. Tapi…..ngga masuk akal bgt, dapet seat nya ngga sesuai request. Everything’s sold out. Dapetnya di pojok kiri nun jauh dibogor….amit2 deh. Padahal, konser di kota ini 2 hari, masih juga ngga dapet. Segitu banyak orangkah penggemar acara AI? Ini baru di satu kota. Padahal konser nya kan ke seluruh Amerika?

Curigation nih gw, pasti ada kongkalikong dibalik semua ini. Mungkin ada oknum yang memonopoli, shg bisa dijual dengan harga yang berlipat2. Malah temen2 curiganya, si penjual tiketnya sendiri yang memonopoli. Sick!

Aku liat dgn mata kepala sendiri, di EBAY, tiket yang buat bulan Agustus itu dijual sampe $200 dollar, padahal letaknya di seat yang harga $60. Mucho loco…

Tahun lalu, AI 4 finalists buka forum tatap muka di salah satu mall di Dallas (lupa dimana), tapi tahun ini bener2 membludag. Mereka mungkin mikir hanya duit duit & duit. Buat apa ada temu artis gratis kalo bayarpun aja laku keras? Emang kalo di compare sama AI tahun lalu, tahun ini jauh lebih oke. Semua finalists punya skill menyanyi. Ngga cuma asal suara bagus, tapi kelihatannya punya jam terbang tinggi di dunia nyanyi. Apalagi Taylor…..
Ngga heran deh, harga tiket bisa berlipat-lipat gila2an. Dari tahun ke tahun aku paling males spending money buat beli tiket concert American Idol, rasanya kok wasting banget. Tapi tahun ini, ngiler juga krn penyanyinya bagus2 semua. Diriku patah hati krn kehabisan tiket. Hiks…

Oh..well. Mau nyoba berburu lagi, mungkin ke kota tetangga Austin atau Houston atau Oklahoma City. Kalo masih ngga dapet juga, eh..bener2 deh…..

*yg patah hati*

*****************

Pengumuman, aku mau publish website anak2 yang baru. Judulnya kolaborasi antara Adel & Idan. Males daku buat ngapdet blog mereka satu2. Kadang speechless ngga punya ide yg bisa dibahas. Basi. Jadinya aku mikir buat nggabungin keduanya, jadi lbh ringkes.
Kunjungin donk….ke www.adelidan.com – weblog nya adel & idan…
*cutting ribbon ceremony…clap clap clap*

Advertisements

Last trip to the Zoo

May 29, 2006 § Leave a comment

Kita sekeluarga doyan buanget yang namanya ke kebun binatang. Selain anak2 suka, juga asik aja pergi bareng sambil piknik. Dallas Zoo tidak besar, tapi binatangnya cukup lengkap. Jadi kita ngga perlu jalan jauh buat ngeliat 1 binatang spt di ragunan. Kalau sabtu-minggu, ada monorail. Jadi bisa melihat2 binatang dari atas dengan lebih jelas tanpa harus berjalan2 jauh.
Seperti biasa, kunjungan tetap kami adalah : petting zoo (farm animals), gajah, jerapah & lion. Tapi kemarin Aiz ribut minta ke rumah Reptile. Sebenernya aku paling muales ke bagian reptil, ngga tau deh, sebel aja. Kayaknya kok ngga ada yg bisa dinikmati gitu.
Pada saat menjelang makan siang, kita cabut. Karena kita punya membership, jadi ke Zoo cuma sekedar killing time aja. Abis, bebas mau kapan aja masuk gratis. Kadang2 hari itu kita males keliling, cuma berenang2 aja di kolam kecil di daerah Children Zoo. Summer gini, anak2 kecil biasanya pada berendam disana….padahal kolamnya cetek!
Ni dia…foto2nya. Enjoy.

Sekali2nya lihat reptil, taunya ada yg lagi honeymoon disana…

My Aiz

Momi & sodara jauh..

Mirip?

Yellow team that day!

farm animals

Kenangan tentang Bantul….

May 28, 2006 § Leave a comment

Hari Sabtu seperti biasa, adalah hari keluarga buat kami. Hubby kan libur, ditambah Aiz juga udah libur panjang kenaikkan kelas (summer) sampai Agustus. Apalagi kalau bukan ke kebun binatang (as usual..hhhh). Selain demi menghibur Aidan yg lagi doyan2nya binatang, juga krn kita mau jenguk “sodara jauh”, hehe..

Biasanya, hari Sabtu aku sempatkan telepon ke ortu di Jakarta, sekedar basa basi lah..berhaha-hihi sekejap tanya kabar disana gimana. Entah kenapa hari itu aku malas mau telepon, agak bosan juga sih yang diomongin itu-itu aja & belum ada obrolan baru buat digossipin. Kapan2 aja lah….

Pulang dari “family rendezvous” di Dallas Zoo, kita berleha2 dulu di ruang TV, nonton film DVD “High School Musical” yang baru dibeli tadi siang. Jam 11 malam satu persatu dah mulai KO, tinggal aku sorangan wae. Yasutralah, telepon rumah Jakarta aja lah. See what’s going on.
Ternyata Papa yg angkat. Beliau cerita bhw di Yogya terkena gempa tektonik Sabtu pagi dan menelan korban 3000 orang!
*Langsung deg2an aku*.

Masalahnya, bokap orang Yogya, lahir dan besar di Yogya, turun temurun dari kakek moyang itu asli Yogya. Karena beliau harus masuk ITB jadi dia hijrah ke Bandung dan kemudian kerja & membangun hidup di Jakarta.
Hampir sebagian besar sepupu2 aku masih tinggal disana. Dan yang lebih membuat aku gemetaran, katanya korban terbesar terjadi di Kabupaten Bantul…..Ya Tuhan…..itu tempat sepupu2ku tinggal…..! Merinding bulu kudukku.

Papa bilang, bliau berkali2 mencoba menghubungi mereka, tapi sampai saat ini belum ada jawaban. HP mereka out of service semua. Kebetulan salah satu keluarga kami ada yg tinggal di Kalasan, cukup jauh dari lokasi gempa. Si Bude Kalasan bilang kalau dia sekeluarga untungnya tidak apa2. Malah ngga terlalu merasakan gempa yg dasyat. Tapi beliau juga belum mendapat kabar dari keluarga Bantul.

Bantul adalah sebuah kabupaten di pinggiran selatan Yogya, dekat sekali dengan kali progo (kulon progo) yang bermuara ke laut selatan, tidak jauh dari situ. Kadang Papa ngajak kita liat2 pantai. Yap…pernah denger cerita Nyai Roro Kidul? Itulah pantai Selatan, yang katanya ngga boleh berenang pake baju warna hijo. Katanya, karena Nyai suka warna tersebut, takutnya nanti “dibawa pergi”. Yang paling aku ingat di kepala adalah pantai Samas nan butek. Pokoknya ngga layak disamakan dengan Pantai Kuta. Boro2 mikir mau berenang, nyelupin kaki aja males. Tapi, desa di pantai Samas, dulu sering ada pagelaran wayang kulit. Penduduk disana seneng kumpul rame2 selain buat nonton wayang juga berhahahihi satu sama lain. Biasanya pasar malam juga digelar, demi memeriahkan acara.

Aku ingat, dulu kalau ke Bantul, kerumah mbak yune Papa (Bude alm), aku selalu diladeni seperti ratu. Keluarga kami yang memang dari dulu tinggal di Jakarta, selalu dianggap seperti dewa oleh tetangga2 di kampung sekitar. Yah, namanya jaman dulu banget, kira2 awal th 80-an, dimana Jakarta masih kontras kalau dibanding dengan daerah pelosok Jawa seperti daerah Bantul ini. Mana ada penduduk sana yang punya mobil. Kalau kami datang, semua mata menyorot ke mobil kami seperti melihat UFO datang. Kalaupun punya duit ya belinya motor bebek, itu juga masih langka sekali. Orang2 banyakkan pake sepeda jengki. Nggak tua atau muda, sepeda merupakan transportasi favorit ; irit dan sehat. Bude Tut Alm. adalah seorang bidan yang cukup dikenal oleh masyarakat. Orangnya ulet, kalem & ngga pernah marah. Anak2nya pun begitu semua. Bener2 berwatak “wong Yogyo” asli yang kalem & klemar klemer (sori kalo ada yg tersinggung, aku bilang bgini karena memang orang sono). Aku seneng kalau liburan kesana, karena mereka ramah2 & nganggep aku “adek” sekali. Maklum Papa tuh paling kecil jadi sepupu2 ku ya udah pada gede2. Anak2 tetangga juga pada nurut kalau disuruh menemani aku main di halaman. Aku dulu masih anak semata wayang. Jadi selalu mendambakan punya teman bermain. Semenjak adikku lahir ketika aku hampir 7 th, kita sudah mulai jarang kesana. Kalaupun kesana paling cuma mampir sehari buat berlebaran aja. Tapi sudah tidak sesering sebelumnya yang setahun bisa 2x kesana.
Salah satu desa di Bantul ; desa Mangiran, adalah disebut2kan sebagai “cagar budaya”, karena disana masih banyak terdapat rumah2 asli yang belum tersentuh oleh modernisasi. Rumah2 penduduk yang rapat2 tapi teratur, yang kala itu seingat aku kelihatan asri & damai, jauh dari hiruk pikuk kota. Penduduknya yang terkenal ramah tamah, membuat Yogya adalah obyek wisata yang digemari oleh orang asing, sampai sekarang. Dalam setahun, 9 juta turis asing datang ke Yogya.
Malang, desa Mangiran saat ini harus menangis, rata dengan tanah…..tidak ada lagi rumah2 tradisional atau suasana yang asri. Tidak ada lagi pakeliran wayang kulit dan pasar malam di desa Pantai Samas. Semua harus menelan kenyataan, bahwa Tuhan sedang menguji. Allahuakbar.

Keluarga Papa sendiri sebenernya bukan asal Bantul. Mereka dari kota Yogya nya. Mbah kakung alm. masa2 terakhir hidupnya tinggal di Sleman, daerah2 Kalasan sana lah. Di rumah beliau, tinggal sepupuku & keluarganya (anak pakde-ku). Bude Tut dulu hijrah ke Bantul karena profesinya sebagai bidan mengharuskan beliau harus mengabdi & menetap disana. Sampai akhir hayat, beliau tetap cinta Bantul. Bude meninggal karena kecelakaan sepeda motor hampir 20 th yl, dan dimakamkan di tanah pemakaman keluarga tidak jauh dari rumah beliau.

Karena berita ini, aku jadi terngiang2 wajah2 kakak2 sepupuku. Cuma anak2 dari Bude Tut yang kata orang2 mirip & setipe sama aku. Mata sipit & kalo ketawa makin menghilang itu yang menjadi trademark kami. Kalau malu, gayanya nyengir, plewah pleweh kalo kata org sono. Alis mata dan rambut tebal2 dan mirip ijuk. Tipe manusia berbulu….kalo ini mirip……..(??).
Ingat jaman aku masih kecil dulu, aku selalu dimomong oleh mereka kalau kita ke Bantul. Terakhir, kira2 th 2001, salah satu sepupuku mbak Mien pernah mengirimkan video beliau waktu pentas gamelan & tari2an Jawa di Jepang. Mbak Mien memang hidup sebagai duta kesenian yang sering melancong ke luar negri. Tapi walaupun sudah sibuk, beliau tetap cinta & susah lepas sama tanah kelahirannya, Bantul. Hiks…..semoga Mbak Mien & Mas Katri ku sekeluarga selamat dari bencana dan sudah diungsikan ke suatu tempat. Karena keadaan jalan yang porak poranda, tidak mungkin lah mereka keluar dari lokasi bencana dalam beberapa hari bahkan mungkin minggu. HP juga tidak ada sinyal. Kita benar2 tidak bisa berbuat apa2 selain berdoa dan menunggu berita.

Ya Allah, lindungi keluarga kami disana. Kalaupun sesuatu menimpa mereka, jangan biarkan mereka lenyap begitu saja tanpa kabar.
Berikan mereka semua yang terkena bencana kekuatan lahir dan batin. Amin..amin…yarobbal alamin.

Anak kidal : anak spesial?

May 25, 2006 § 2 Comments

“Gagap dapat berkembang bila anak-anak yang kidal dipaksa untuk menggunakan tangan kanan dalam melakukan aktivitas tertentu, seperti menulis atau makan. Pemaksaan tersebut akan berpengaruh terhadap konflik emosional dan anak menjadi tertekan. Efek emosi yang tertekan pada anak tertentu akan tertuju pada gangguan bicara”.

Cuplikan yang aku baca dari Konsultasi di Kompas Minggu, 9 Mei 2004 yang baru bbrp hari yang lalu aku temukan, sangat menggugahku untuk tidak lagi mengusik2 anakku Adel untuk mengikuti kata neneknya, yaitu membiasakan dia untuk menggunakan tangan kanannya sejak dini. Dari tiga anakku, memang Adel si anak tengah tergolong paling beda dengan saudara2nya.

Dari sifat, dia paling keras kepala (niru siapa ya…yg jelas ngga ada yg ngaku!), kemauannya harus dituruti. Tapi untungnya dia mempunyai kepribadian yang lemah lembut, penyayang dan perhatian sama orang disekitarnya. Sehingga sifat keras kepalanya agak tertutupi oleh sifat2 tsb. Kalau ke toko, dia juga ngga pernah merengek2 minta dibelikan sesuatu, well….jarang sekali. Sesekali sih pernah, tapi tidak menjadi beban buat kami. Karena masih bisa dihitung dengan hitungan jari.

Dari keadaan fisik, dia punya kulit paling putih. Mamaku putih bersih, tapi si papah hitam legam. Jadi anaknya ya zebra..hehe..ngga ding, aku nih tergolong berkulit eksotik (ngga mau dibilang gelap). Hubby tergolong pria berkulit terang. Putih sih engga, tapi buat ukuran cowok termasuk terang. Keluarganya juga agak terang, tapi tidak putih seperti Adel (sekarang kulitnya agak terbakar matahari, sedikit menggelap).

Waktu Adel berumur setahun, kalau aku jalan sama dia, pasti orang2 menyangka bahwa dia bukan anakku. Dari ujung kepala sampe ujung kaki, ngga ada sedikitpun punya karakter fisik dari aku. Rambutnya, tebal & keriting. Warnanya hitam pekat spt di cat. Kulitnya, putih. Bentuk mukanya lebar, udah pasti diambil dari keluarga misoa. Bibirnya, merah keriting (duh…apa ya? susah ngejelasinnya, tapi maksudnya merah spt pake lipstik, dan berbentuk curvy spt bibir dadi nya…jd bukan dari aku bgt!).

Yang ngeselin, kalau orang2 yang rata2 manula bertanya sama aku kalau pas ketemu di jalan (biasanya yg iseng & perhatian ke anak kecil adalah manula), “Oh…what an adorable baby, is she yours?”. Dengan senyum kecut aku mengiyakan. Begitu lihat bapaknya dateng, langsung ketawa dia, “Oooo….I see, you must be her Daddy, ha?” sambil ketawa & ngeloyor pergi. Hal ini ngga cuma sekali dua kali aku dengar, tapi sering & hampir setiap kita ke public facility selalu ada yg komentar ttg Adel.
Si Dadi selalu menghibur, “Tenang aja Mih.., si Adel ada miripnya sama kamu kok : idung peseknya!”.
*Semprul*

Dari segi penyakit, dia punya kelainan dalam sel darahnya. Baca : Hemoglobinopathis pada Adel.

Terakhir, dia satu2nya anak kidal di keluarga besar kami. Setahuku, dari sekian banyak keluarga suami atopun keluargaku, ngga pernah ada yang kidal. Dulu, aku pikir karena anak kecil, masih belum ada respon terhadap kepekaan syaraf. Aku cuek aja. Aku coba dengan memberikan sesuatu kepadanya, seringnya dia menggunakan tangan kiri. Kadang suka juga pakai tangan kanan. Makanya, aku dulu berpikir kalau suatu hari bakal berubah sendiri. Tapi buktinya, dari tahun ke tahun, aku perhatikan dia makin menjadi kidal. Bukan hanya respon terhadap sesuatu, dibawah sadar pun dia selalu memakai tangan kiri. Aku coba pancing dia supaya menggunakan tangan kanan, tapi gagal terus. Kalau menggambar, dia lebih suka menggunakan tangan kiri. Aku paksa supaya pindah ke kanan, malah dia nangis.

Lebih parah lagi, makan pun dia harus menggunakan tangan kiri. “Ini sih harus ditindaklanjuti, ngga bisa begini terus”, pikir ku. Bagaimana nanti kalau pulang ke Indonesia, tetep aja sopan santun harus diutamakan. Pamali kalau memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kiri, apalagi makan.

Suatu hari aku ikat tangan kirinya dengan menggunakan saputangan ke kursi makannya pada saat kami makan malam. Dia nangis sejadi2nya. Aku bilang, “Adel harus pakai tangan kanan kalau makan….tangan ini buat pipis & pupup, ngga boleh buat makan”. Eh…tambah ngamuk.
Wah…aku menyerah deh. Si Dadinya sih senyam senyum aja. Dia menyerahkan segalanya ke aku. Dasar laki2….

Aku sempat konsultasi sama Dokternya. Tapi namanya juga di Amerika, kasus spt ini tentu saja dianggap common & normal2 aja. Malah blio bilang bahwa itu sudah koslet di otaknya sana, ngga bisa dibenerin nanti malah jadi depresi. Ketika mamaku kesini th 2004, dia wanti2 aku supaya terus dibiasakan dia makan pakai tangan “manis”. Ya ampuuuuun….tambah pusying Momi.

Belakangan, di usianya yang ke 4, aku banyak baca mengenai artikel tentang “left handed” kids. Dan aku baru bisa 100% membuka mata. Bahwa kidal itu tidak bisa dipaksakan. Bisa mengakibatkan gangguan psikologis salah satunya bisa berakibat gagap.

Sebenarnya, kidal itu terjadi karena apa sih? Menurut kesimpulanku dari sebuah sumber, kidal terjadi karena otak sebelah kanan dari seseorang lebih berkembang ketimbang otak sebelah kirinya. Padahal, untuk 70% manusia di dunia, otak sebelah kirinya yang lebih berkembang, sehingga bagian tubuh sebelah kanan lebih “luwes” ketimbang yang kiri. Baru tau juga kenapa Adel terlambat ngomong, karena yg bertugas untuk urusan bahasa & komunikasi adalah otak sebelah kiri. Otak sebelah kanan, lebih kearah ke sesuatu yang ilmiah. Makanya kalo kata pakar2, orang kidal biasanya pintar dan kreatif (*amin.., mudah2an bener*).

Sebenarnya, dilingkunganku, aku banyak mempunyai teman2 yang kidal. Teman kuliah ku di jurusan Arsitektur dulu ada yang khusus memesan mesin gambar Mutoh dari Jepang (pabriknya) khusus untuk org kidal, dengan harga yg 2x lipat mahalnya.
Teman gossip ku disini yg juga kidal, pernah cerita ttg pengalamannya semasa kecil, dimana guru disekolahnya sering memarahi karena dia pakai tangan kiri, bahkan sesekali memperingatinya dengan memukul pakai tongkat papan tulis, katanya ngga sopan!. Sadis euy. Kalau itu terjadi pada anakku, bisa2 bapaknya naik darah tuh….gurunya bisa kena bogem si Dadi, ato disuruh duduk di kursi listrik baru di bogem…wakakakak….

Ya…masih syukur alhamdulillah, Adel ku diberikan sehat walafiat dan pintar. Walaupun lain sendiri, tapi banyak punya kelebihan2 yang tidak dimiliki oleh adik & kakaknya.

balada pulang ke kampung halaman

May 23, 2006 § Leave a comment

Enam tahun lamanya aku ngga pernah balik ke Indonesia. Dulu th 2001 kepingin pulang, eee…terhambat gara2 ada peristiwa tragis nine-eleven. Suasana jadi genting dan rasa waswas takut ngga kebagian jatah US visa makin menjadi-jadi. Apalagi diisukan kalau laki-laki dewasa diatas 18 tahun bakalan harus menunggu 3 bulan lamanya hanya untuk mendapatkan stampel visa. Pernah ada teman yang waktu itu berada di Jakarta pas peristiwa menggemparkan tsb, alhasil, belio harus menunggu selama 3 bulan lamanya di Jakarta tanpa kepastian. Padahal kan harus kerja, mana ada perusahaan yang mau membayar cuti pegawe selama 3 bulan?
Untungnya, perusahaan tempat belio bekerja sangatlah baik hati, mereka menawarkan untuk cuti panjang tapi tidak mendapat gaji. Yah, daripada daripada kan mendingan mendingan.., dia cari selamet deh, lebih baik begitu daripada kena lay-off gara2 urusan beginian. Tunggu punya tunggu, akhirnya dapet juga lah visa. Tapi kan, selama 2 bulan lebih unpaid vacation terpaksa harus nguprek2 duit tabungan untuk bayar apartemen dan bill2 yang selama itu “menunggu” disini. Dollar pula! Wah..beratnya….

Jadi waktu itu kami mengurungkan niat untuk berhahahihi sama saudara dan teman2 di Jakarta. Demi kebaikan juga. Kita kan ngga bisa memprediksi sampai kapan situasi ini berjalan lama.
Tak disangka tak dinyana. Disaat saat genting begini, tau2 aku mendapatkan diriku tekdung dua bulan. Olala…ni gimana sih? Jangan2 peristiwa nine-eleven tersebut merupakan peringatan dari Tuhan supaya jangan pergi2 jauh dulu. Aku dulu hamil anak pertama kan bermasalah, sering flek lah, pake acara diopname di RS & bedrest sampe 16 minggu kehamilan.

Antara excited sama kaget. Siapa yang ngga seneng selama 4 tahun hati ini bimbang antara mau nambah anak ato engga, tiba2 jawabannya sudah diperut! Memang kita ngga berencana punya anak ke-2 dulu, hubby kan waktu itu masih kuliah. Kerjaan juga belum becus. Masih part-time sana sini. Sempet juga jadi joki delivery Pizza biar asap dapur terus ngepul. Seminggu 2 kali kerja di lab komputer kampus, jadi lab assistant. Dapetnya ya ngga seberapa. Mending2 deh daripada ngga ada sama sekali. Maklum masih sekolah kan allowance juga basa basi doang, habis sama keperluan tuition yang manatahan mahalnya. Jadi, bayangkan saja, gimana rasanya mendapati diri sendiri tekdung dikala susah gitu? Boro-boro mikir beli rumah, bisa nabung aja udah sukur alhamdulillah, jadi bisa bayar hutang kartu kredit yg diperlukan untuk keperluan sekolah. Yup…lagi2 buat sekolah..lah..lah.

Tapi aku ngga mau terus menerus menyesali hidup. Kita kan ngga boleh menyesali dengan apa yang telah diberikanNya. Aku selalu terngiang2 akan wejangan orang tua yang ngga cuma sekali aku denger. “Semua itu ada berkahnya, nduk..pasrahken saja sama Gusti Allah, rejeki sih udah dijatah. Mbok ya kamu mau jungkir balik ngga karu2an, kalo bukan milik sih nda bakal nyampe…”, begitu kata Mama. Sampai detik ini pun, aku selalu menerapkan falsafah tsb dalam kehidupan kami. Untungnya, hubby juga punya pikiran yang sejalan. Kita wajib mensyukuri apa yang diberikan. Bener lho, kalau kita ikhlas menjalani hidup, semua akan terasa nikmat. Aku pikir, masih banyak pasangan2 yang kurang beruntung & susah mendapatkan keturunan. Kenapa juga aku hrs menyesali padahal ini kan artinya Allah percaya sama kita berdua untuk mendidik dan membesarkan anak-anak. Udah kewajiban kita lah gimana caranya supaya anak2 mendapatkan apa yg terbaik bagi mereka.

Allahuakbar. Sejalan dengan kehamilan ku ini, perlahan2 ekonomi keluarga membaik. Hubby cukup dipercaya untuk ditempatkan sebagai manajer dengan gaji yang lumayan. Asuransi bisa di klaim dari perusahaan dan sekolah. Juga, karena masih berstatus sebagai pelajar, kita mendapatkan keringanan dari rumah sakit untuk bisa bayar persalinan secara bertahap. Karena riwayat persalinan anak pertama, aku terpaksa melahirkan dengan cara di sesar lagi. Waktu itu, aku direncanakan melahirkan tanggal 20 Mei 2002, tapi karena operasi, dokter menganjurkan untuk mempercepat 2 minggu.
“Tanggal 3 Mei aja deh Doc….itu anniversary kita. Jadi maksudnya biar barengan….!”
Si Dokter bilang, tanggal 6 aja, sesuai rencana H-2 minggu.
“Tapi tanggal itu suami saya di wisuda tuh…..gimana? apa tanggal 7 nya aja?”
“Wah..bu…tanggal 7 saya yang harus keluar kota. Yasudahlah…tanggal 3 juga gpp”.
Ini jual beli barang apa mo ngelahirin anak sih? hehehe…….jaman sekarang, dimana alat2 kedokteran sudah canggih. Anak bisa dideteksi dengan sonogram. Tanggal lahir bisa tawar menawar….hahahaha…..geli juga aku waktu itu!
Akhirnya, Adel lahir tepat tanggal 3 Mei 2002, berbarengan dengan anniversary Momi-Dadi nya.
Ya..sejalan dengan bertambahnya umur Adel, ketika dia 4 bulan, suami mendapatkan promosi untuk bisa masuk ke corporate office di Dallas. Tapi waktu itu, walaupun udah di wisuda, belio masih harus menyelesaikan thesis 1 semester lagi. Gpp lah…sambil jalan. Tuhan maha pemberi, ingat kata orang2 tua dulu, tiap2 anak membawa rejeki. Itu semua rahasia Allah, cuma Beliau yang tau jalan hidup kita. Begitu kata Mama. (*Ma, pa…I miss you both!*).

*****

Sampai akhirnya 5 tahun dari rencana pulang yang silam, kita tetep aja mendekam disini. Malah makin males kalo mikir mau pulang. Gimana enggak, 2 tahun setelah Adel lahir, anak ke 3 lahir. Sekarang, kalo pulang, musti siap lahir batin. Terus terang aku pribadi belum siap. Hubby juga begitu. Mikirnya panjang seperti meteran. Ni otak udah mikir yang jauh2 aja deh. Padahal aku terkenal dengan cuek bebek nya. “Cewek koboi” kalo kata hubby jaman masih pacaran dulu. Untungnya (dasar jawir), orang tua kami cukup sering bertandang mengunjungi cucu2nya disini. Mumpung mereka masih sehat & kuat untuk berjalan jauh. Aku sih seneng2 aja, artinya, urusan dapur bisa teratasi (hihihi). Jadi rasa kangen kepengen pulang agak terobati sedikit.

Biaya, yang keliatannya “ah…bisa diatur laaaah, dari tax return aja juga bisa”, ternyata ngga sedikit. Kita baru membuka mata setelah salah satu teman kami disini yang rencana mudik berlima (anaknya 3 org juga) summer ini, habis duit $6000 just for the airplane tickets! Eh…edun euy. Belum lagi plus-plus nya seperti oleh2, uang saku, pengeluaran selama di indonesia, biaya tak terduga, bayar housing & bill di sini (tetep aja walopun penghuninya ngga ada). Walah….sayang amat. Mendingan buat bayar rumah kali yee…

Trus, masalah sakit perut. Ngga tau kenapa ya, teman2 yang mudik bawa anak2nya hampir 100% anaknya kena muntaber disana. Walaupun makan udah diatur2 supaya adaptasi dulu engga jajan selama seminggu, tetep aja. Bahkan ngga sedikit dari mereka yang sempet panas tinggi akibat diare dan dirawat di RS beberapa hari. Mati ane. Anak kita kan ada 3, kalo semua terkapar tak berdaya gini, musti bijimana nih….nangis bombay deh ane!!!

Masalah visa juga jadi pemikiran. Denger2, kalau buat appointment di embassy Jakarta, bener2 makan ati. Hubby kan masih pake temporary work permit, jadi tetep harus ngeplai visa baru disana. Konon, kl dari 2001 blm pernah pulang, bakalan lama krn hrs melalui prosedur FBI clearance yang dulunya pernah antre sampai 2-3 bulan. Naaaah, kalo udah begini, bakalan manyun deh entar. Terpaksa mengais2 kesana kemari demi bayar bulanan yang disini. Duh….berat deh. Mending tunggu aja lah sampai keluar kartu ijo, jadi semua prosedur gampang ngga berbelit2. Resek emang kl kita di amrik, kendalanya ngga lain cuma seputar visa..visa & visa. Mmmm…kartu ijo? artinya………..berapa tahun lagi kita baru bisa bermudik2 ria ke Jakarta yaaaa????? (*sambil garuk2 kepala*).

Ah…what the heck!.
Buah mangga buah pepaya, jangan memble lha yaaaaaa!!!!!!

Liputan Ultah

May 22, 2006 § 1 Comment

Sowi stobewi….aku baru hari ini bisa apdet blog…

Alhamdulillah ulang tahun berjalan sesuai rencana, semua tamu undangan datang walaupu bbrp dari mereka tetap cinta budaya indonesia yang terkenal seantero dunia ; ngaret! Di undangan jam 5, bisa2nya jam 8 baru nongol gitu loh….tapi it’s ok lah, yang penting berkah namanya kalau didatangi tamu.
Makanan, cukup banget bahkan berlebihan. Momi nih terlalu khawatir sehingga rasanya masakan yang ada kurang ajah. Ngebayanginnya tamu2 bakalan kehabisan makanan…ternyata malah mereka semua kebagian bawa bekal pulang. Syukurlah!

Hal yang bener2 tolol & menyebalkan buat diingat2 adalah : lupa motret hasil masakan dan kue ulang tahun!!!!!! Huh…si Momi nih gimana sih, gimana mo jadi fotografer profesional kalo begini…bisa2 bayarannya dipotong sama yg punya hajat nanti! hehehe….Kalau mengharapkan si Dadi buat moto beginian, udah jelas ga mungkin, krn dia sendiri sibuk urusan pegang camcorder & “menginterview” tamu2. Kamera D100 yang segede2 bagong beratnya juga minta maap, terpaksa ditinggalkan. Nyesel aku knp ngga pake kamera poket aja biar ringkes. Sutralah…jangan diingat2, kalo inget itu pengen marah…..(hiks).

Tema ultahnya Spongebob Squarepants. Semua hiasan dan pernak pernik nya pakai Spongebob. 3 meja panjang dijejer berbentuk “L” dan dihias taplak plastik bergambar Spongebob & Patrick. Poster gede buatan Mbak Aiz juga bergambar Bikini Bottom’s nya Spongebob. Balon2 juga bergambar Spongebob. Hiasan2 langit2 juga berbentuk Spongebob. Kue ultah juga terbuat dari Ice Cream yg dihias dengan Spongebob & Patrick.
Wah, bisa dibayangin senangnya Adel & Idan hari itu. Ketemu sama tokoh2 kartun mereka dirumah. Tadinya, aku dah beli PINATA berbentuk Spongebob, tapi sampai rumah si Adel ketakutan dan minta2 supaya dibalikkin ke tokonya lagi. Wah, begini aja takut, apalagi kalau digebug2 nantinya….

Hari itu, Momi sibuk sekali. Sampai2 lupa kalau anak2 belum dikasih makan. Untung ada mbak Tati, yang diperbantukan dari Wichita. Dia dah lama ikut & tinggal sama keluarga temen lama ku disana. Udah mahir dalam urusan ngurus anak & dapur. Wah, sigap sekali dia. Bisa dibayangkan kalau mbak Tati ngga dateng kesini, aku sampai hari ini mungkin belum bisa bangun dari tempat tidur…hahaha….

Menu hari itu adalah :

  • siomay & kawan2nya
  • ribs daging sapi
  • mie goreng baso
  • capcay kuah
  • sambal goreng ati
  • nasi uduk betawi
  • ayam cabe ijo
  • baso urat & tetelan (plus mie kritingnya)
  • pizza dari Pizza Hut buat anak2nya
  • es teller
  • ice cream cake

Yang datang ke pesta cukup banyak dan membuat suasana rumah menjadi panas dan riweuh, tapi..fun banget. AC yang udah bekerja keras diatur dengan suhu yg serendah2nya, masih aja ngga sanggup mengatasi panasnya hawa summer yang lebih dari 100 derajat Fahrenheit diluar. Mana kan kompor terpaksa harus nyala terus untuk baso yang emang enaknya disuguhi hangat2. Ngga bisa menggambarkan gimana gerahnya malam itu. Bapak-bapak lebih memilih nongkrong di patio luar sambil “momong” anak2nya yang pada sepedahan di carport. Padahal diluar panas banget lho, tapi masih lebih breezy ketimbang didalem….udah mirip sauna deh!

Ibu-ibunya pada ngrumpi didalam. Rata2 mereka sengaja duduk di sebelah meja suguhan, hahaha…gimana mereka mau kurus2, wong makan aja nyambung melulu gitu, bapak2nya kalah. Anak2 yang agak besar ngumpul dikamar si Aiz dan asyik main game di komputer. Punya rumah miniatur gini ngga compatible bgt deh buat jadi host pesta. I wish I have a huge one someday, bakalan party melulu deh krn aku & hubby dasarnya doyan ngumpulin orang dirumah.

Ketika saatnya tiup lilin, semua kalangan terutama anak2nya langsung “ngegerubug” berusaha berdiri deket2 kue nya yang menggiurkan. Kuenya, dilapisi oleh ice cream dan dihias mirip dengan suasana pantai, dimana pasirnya dibuat dari remahan2 cookie. Disamping pasirnya, ada Spongebob & Patrick yg lagi nyanyi dengan ukulele nya. Ditengah2 ada tulisan, “Happy Birthday Adele & Aidan”. Akibat ruangan yang panas banget, ice cream cake cepat benar meleleh. Apalagi pas acara tiup lilin. Wah…udah deh, ga sempet foto banyak nih. Buru2 aja setelah kita selesai menyanyikan “Happy Birthday” dan tiup lilin, kue tsb dibagi2kan ke semua tamu. Mereka pada bilang kue nya enak. Syukurlah, aku blm pernah pesan kue ultah di Cold Stone Creamery, dulu2 karena mikirnya mahal. Tapi emang urusan makanan, harga berbicara. Rasanya bener2 nyami banget lho! Aku ngga tau juga di Indonesia udah ada francaise nya ato blm, tapi kalo ada, coba deh!

Acara games yang udah direncanakan, gagal total karena selain penuh juga anak2 pada lebih terhibur sama game di komputer (hiks). Yasutra, akhirnya, ibu2 dan bapak2nya asyik ngrumpi dibawah. Mulai deh dengan plesetan2 yang agak2 jorog, biasalah namanya orang2 tua yang jarang kumpul tiba2 ngumpul disatu tempat. Apalagi kalo bukan ngerjain orang?

coba itu si momih sampe lupa dandan..kondenya..alamak..nggilaninya!

Jam 9-an orang2 pada minta “buka kado”. Memang beda lho, tradisi disini walaupun dikalangan orang indonesia, kita harus menghargai tamu yang membawa kado dengan cara membukanya bersama2. Dulu baru2 dateng ketika kami menghadiri ultah orang bule, sempet terheran2, kok pamali amat ya. Udah bagus mereka berusaha menyenangkan si anak yg ultah, kok pake dibuka2 segala. Kan terpaksa harus kasih yang bagus2 & agak mahal, pikirku.
Tapi ternyata, biarpun begitu, mereka bukan memandang sebuah kado dari harga atau merk nya, melainkan dari kegunaan dan keunikan kadonya. Biasanya, mereka memberikan sesuatu yg benar2 dibutuhkan dan disukai oleh yang berulangtahun. Suatu pelajaran juga buat aku, ternyata orang sini tidak makan gengsi. Antara si kaya dan si miskin saling menghormati.

Speaking of acara buka kado, aku dan Aiz sibuk membuka atas nama si dua anak yg ultah. Membacakan kartu ucapan nya dan mengucapkan terima kasih. Adel yang awal2nya semangat untuk buka kado, begitu dapet mainan “My Little Pony” yang selama ini cuma lihat di iklan TV anak2 & ngga pernah dibeliin sama si Momi, langsung terkesima dan ngga mau meneruskan misi utamanya untuk buka kado. Udah lupa! Kadonya rata2 mainan. Udah lama aku ngga membolehkan anak2 beli mainan baru. Bukannya sayang duit (well itu juga siii..hehe) tapi karena mainan yg lama pun ngga terurus & menuh2in kamar. Dan the most part is, aku muales beresin kamar mereka. Jadi sekarang aku membatasi, hanya mainan yang besar2 dan yang masih sering dimainin aja yang boleh diluar. Sisanya, aku sumbangin atau disimpan di storage!

Banyak juga yang memberi “Gift Card”, setiap toko disini rata-rata mengeluarkan gift card yang fungsinya hampir sama dengan uang. Tapi bedanya, kita harus membelanjakannya di toko tersebut. Kalo yang ini, momi-nya demen, karena bisa membeli hal2 yang bermanfaat buat mereka. Biasanya, aku memakai gift card untuk keperluan membeli baju anak2. Karena mereka cepat sekali besar, dan karena ini negara 4 musim, harus nyetok 2 macam baju, winter dan summer. Bete kan, kalo harus beli buat mereka bertiga setiap kali ganti musim? Benar2 pengeluaran yang harus direncanakan dan harus pintar nyari best time to shop! Disini untungnya sering ada big sale, kalau lagi di sale, bisa2 sampai 75% off, ini baru seruuuu……. Mana kalau beli baju kan ngga bisa sedikit. Jadi seringkali kami berpikir “smart buyer”, beli baju untuk kurun waktu 2 th, contohnya, untuk summer th 2006 dan summer 2007 atau winter 2006 dan winter 2007. Jadi, udah pasti di closet baju kita dirumah penuh dengan boks2 storage yang gede2 segede gajah, ngga lain adalah buat menyimpan baju2 supply 2 th! Buat Momi & Dadinya juga punya trik sendiri, kita berusaha buat ngga nambah/mengurangi berat badan. Biar baju2 bisa stay longer!!! Bukannya apa-apa, bayangin kayak apa penuhnya rumah ini kalau kita juga ikut2an beli2 baju terus…..Hahaha…susah ya hidup disini? Harus serba diatur untuk hal2 yang beginian. Kalau kita di Indonesia sih mungkin ngga terlalu pusing, karena baju yang sama bisa dipakai sepanjang tahun. Dan sesuai budaya keluarga besar aku, doyan banget ngelungsurin barang ke sodara2 yg lebih kecil…….hahaha……

Jam 11 mata Aidan udah mulai 5 watt & mbututi aku kemana2 sambil ngambek2an. Ih…sebel ah. Momi ngga bisa ngapa2in. Tamunya kan masih tetep harus ditemani donk. Akhirnya, belum tamu2 habis, Aidan udah KO di sofa ruang keluarga. Dasar tamu2nya juga temen2 nongkrong si Momi & Dadi nya, ya kita udah seperti keluarga aja. Ngga ada rasa ngga enakkan atau menganggap diri mereka “tamu”. Jadi ya asik aja deh. Anak2 mereka yang udah mulai KO juga dijejerin di kamar aku diatas. Maksudnya satu, biar ortunya tenang bisa ngrumpi dibawah! Hahahaha…dasar orang tua tapi ngga mau dibilang tua!

Malam setelah mereka semua pulang, Dadi dan teman kita dari Wichita, Mas Hendra juga udah tewas. Tinggal aku sendirian nih, memandangi ruangan yang acak aduk. Duh, ngga betah banget deh. Gatel kepingin beberes. Mainan2nya…..OMG, mo disingkirin kemana nih? (*bingung garuk2 kepala*) buanyak buanget jumlahnya. Yang pertama aku beresin adalah dapur dan ruang makan. Makanan2 sisa pesta aku masukkan ke container dan disimpan di lemari es. Lantai karpet di vakum biar bebas dari debu. Piring2 dan sendok dicuci biar besok ngga bau. Untung aja kita pakai piring/sendok/gelas/tempat saji yang disposable, jadi ngga repot. Cuma, terakhir memang kita kehabisan sendok plastik, jadi pada pakai sendok beneran.

Setelah semua beres, sebelum tidur aku sempet2nya ngecek ebay (hehe), lagi dagang laptop nih. Merasa udah ngga perlu2 amat sama barang satu itu. PC kita dirumah udah di upgrade. Jadi mending aku jual aja. Kalaupun suatu hari beli lagi, aku mau yg 12 inches aja screen nya. Kecil & simpel. Setelah itu mengganti sprei kasur yang mungkin udah di-ilerin oleh anak2 yang KO tadi (hihihi), ngga deng…soale, anak2 tadi sempet jingkrak2 di kasur ku rame2 pake sepatu!!! olala…untung cepat tertangkap basah!

Goody bag kali ini, tas backpack Spongebob buat anak laki2 dan Dora buat anak perempuan. Hasil hunting di ITC Fatmawati bhok…murah meriah. (foto menyusul yah..blm di edit!).

Begitulah liputan ulang tahun…minta do’anya ya Om & Tante…..supaya Adel & Aidan panjang umur dan sehat selalu. Amin.

Phew…

May 20, 2006 § Leave a comment

Pagi hari terasa sejuk. Badan segar kembali. Setelah semalam aku harus ngukus siomay segambreng sendirian. Tanpa seseorang yg rela membantu…hiks.
Yah, hasilnya pinggang encok & jempol tangan kanan kapalan (mbulet2in siomay pake sendok kok bisa kapalan ya?), mata perih karena bbrp jam mantengin kompor yg penuh masakan. Alhamdulillah siomay rampung juga. Mudah2an tamu2 pada suka rasanya. Agak2 siangan tadi, aku ngubek dari toko satu ke toko yang lainnya bertiga sama Aidan & Adel. Hubby harus kerja dan ngga bisa bolos hari ini krn boss besar mau ngajak meeting katanya. Haaaah…..mana bensin ni mobil boros minta ampun lagi…baru nyetir bbrp puluh mile udah “low fuel”. Kalo ngga perlu2 amat, aku males jalan ngga ngejuntrung gini, sayang habis bensin. Lagi gila sekarang, masak segallon $3, itu truck kalo ngefull bisa sampe $70-80…ngga kukuw. Lah, orang mah hari gini beli mobil yg hybrid biar ngirit, ini malah cari gara2…..dasar cowok katanya biar macho……!

Jadi seharian aku ngubek pasar Mexico. Beli Costilla Marinada, daging rib sapi yang udah dikasih bumbu khas sono, duh…wenak….aku ngga pusing. Besok tinggal di panggang atau di grill.
Jalan2 ke pasar beginian tanpa suami adalah sama aja jalan di pasar inpress pake rok pendek. Mamang2 latino yang pada nongkrong entah dagang atau emang cuma mo nongkrong aja, itu hampir mirip sama abang2 yg suka suit2 di pasar……bedanya, mamang2 disini pada pake kalung salib gede2 (emang org Mexico kan penganut katolik), dan pake kaos singlet & celana jins, rambut dikasih jelly sebaskom, sampe bener2 kinclong abis lah. Tattoo nya segede2 kuda, bahkan ada bbrp yg seluruh badan dipenuhi tattoo sampe ngga ada warna coklat kulit lagi yang tersisa. Kalau naik mobil atau nongkrong dimana gitu, ngga lupa pake IPOD (gaya yah, aku aja mo beli dr kapan tauk blm kesampean), kadang bawa boombox dengan volume yg memekakkan telinga org normal. Pokoknya, bener2 salting lah kalo liwat diantara kaum mereka yg nongkrong di pasar. Aku suka ngeri aja, takut di towel2 kan gimana gitu. Mana mukanya mirip sama yang ada di film2 koboi atau indian. Parahnya, mrk ngga bisa ngomong inggris. Gara2 Bush yang membolehkan sekolah2 pake bhs bilingual jadi mereka2 itu ngga mau usaha berbahasa nasional.
Yah..abis gimana, aku perlu bgt beli sesuatu tp nungguin hubby pulang gawe sih bisa keburu tutup deh, mana rada jauh dari rumah.

Jadi ceritanya hari ini daku bertempur sendirian. Besok bala bantuan baru dateng nih dari Wichita. Asyiiiik…lumayan meringankan pegal linu.

Seharian gempor tapi tetef aja malemnya seperti biasa kalo mo punya hajatan, aku susah tidur. Dari dulu tuh jaman masih muda (ciye..sok tua), emang begitu. Kalo besoknya ada big event, pasti stress ngga keru2an. AH…mudah2an semua lancar deh. Mudah2an banyak yg hadir. Mudah2an makanan cukup. Mudah2an kue yg kupesan waktu itu memuaskan dan bener2 gede (kmr orgnya bilang cukup, kalo ngga cukup awas…tak komplain).

Report selanjutnya, kita lihat aja besok yah…..pasti di apdet deh! Chaw!

Where Am I?

You are currently viewing the archives for May, 2006 at My Life Abroad.